Bagaimana Jika Ternyata Suamiku Tidak Mencintai Aku??
Cari Berita

Advertisement

Bagaimana Jika Ternyata Suamiku Tidak Mencintai Aku??

5/29/17

Muslimah, seorang istri senantiasa memerlukan cinta dalam pernikahan, yakni perasaan mencintai dan dicintai oleh suami. Namun bagaimana jika suami tak mencintai istrinya serta tidak memperlakukan istri dengan lemah lembut, perhatian, dan kasih sayang? Apakah diperbolehkan seorang suami menceraikan istri hanya dengan alasan tidak cinta (lagi)? 

Umar bin Khattab –radhiyallahu ‘anhu- berkata kepada seorang laki-laki yang ingin menceraikan istrinya: “Kenapa kamu mau menceraikannya ?”

Dia menjawab: “Saya tidak mencintainya.”

Beliau berkata: “Apakah setiap rumah tangga itu dibangun oleh rasa cinta? Lalu di mana sisi penjagaan dan rasa tanggung jawab untuk menjaga kehormatan?!! (‘Uyuun Akhyar: 3/18).

Dari perkataan Umar bin Khattab tersebut, semestinya setiap pasangan suami istri memahami bahwa dalam rumah tangga tidak hanya terdiri dari cinta, namun juga tanggung jawab, menjaga kehormatan, dan juga melestarikan keturunan. Oleh sebab itu, jangan bercerai begitu mudah hanya karena alasan-alasan yang klise dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariah, bukankah Allah telah mengingatkan para suami untuk memperlakukan istrinya dengan baik:

“Dan bergaullah dengan mereka (istri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS. An Nisa’: 19)

Oleh sebab itu Wahai Suami, pastikan Anda bertanggungjawab pada wanita yang telah Anda nikahi. Bagaimana mungkin Anda menikahinya jika tidak memiliki ketertarikan terhadapnya? Anda juga perlu ingat bahwa istri tidak hanya membutuhkan makanan, pakaian, dan nafkah lahiriah lainnya, tetapi juga memerlukan nafkah batin seperti pujian, perhatian, dan simbol keakraban serta bentuk romantisme lainnya yang perlu Anda penuhi.

Tentu semua kebutuhan istri tersebut akan mudah dilakukan jika Anda mencintainya, akan tetapi ingatlah sebuah kisah tentang Abu Utsman An Naisaburi, seorang ulama shaleh yang menikahi seorang wanita bermata juling, berkaki pincang, dan wajahnya amat buruk. Namun ia senantiasa menjaga perasaan istrinya sampai sang istri wafat setelah 15 tahun pernikahan mereka. 

Bayangkanlah menjaga perasaan seorang istri dengan sabar selama belasan tahun, tentu bukan hal yang mudah, dan beliau berharap hal tersebut bisa menjadi amalan yang membawanya ke syurga Allah. Maasya Allah.

Jadi, siapkah untuk belajar mencintai istri di tengah segala kebaikan dan keburukan yang dimilikinya? Percayalah bahwa tak ada satu pun wanita yang sempurna. Yang ada hanyalah kesempurnaan Anda menerima ketidaksempurnaan istri.