Apakah Benar Cinta Tanpa Cemburu Berarti Tidak Sayang??
Cari Berita

Advertisement

Apakah Benar Cinta Tanpa Cemburu Berarti Tidak Sayang??

7/8/17


Sahabat harian, kita mungkin pernah mendengar ungkapan "Cinta tanpa cemburu berarti tidak sayang". Memang benar, salah satu ungkapan cinta dan sayang adalah cemburu. Namun cemburu berlebihan disertai posesif tidaklah baik. Jadi cemburu seperti apakah yang dibenarkan?

Menurut Rasulullah cemburu tersebut ada dua yaitu cemburu yang terpuji dan cemburu yang tercela. Cemburu yang terpuji adalah cemburu yang beralasan. Misalnya seorang istri cemburu ketika melihat suami jalan dengan wanita lain. Seorang istri cemburu saat melihat suami melakukan maksiat, berzina, atau melakukan larangan Allah lainnya. 

Sedangkan cemburu yang tercela adalah cemburu yang tanpa bukti. Hanya karena prasangka negatif pada pasangan atau akibat mendengar dari orang lain baik saudara atau keluarga yang belum tentu kebenarannya. Rasa cemburu seperti inilah yang dilarang karena dapat memicu permasalahan dalam rumah tangga.

Dalam rumah tangga saling percaya sangat dibutuhkan. Hilangnya kepercayaan merupakan awal munculnya permasalahan. Munculnya ketidakpercayaan merupakan akibat prasangka- prasangka yang tidak baik kepada pasangan sendiri yang belum tentu kebenarannya. Oleh karena itu saat mendengar kabar dari siapa pun, jangan langsung percaya. Pastikan dulu kebenarannya. 

Saling percaya harus dimiliki setiap pasangan. Hal ini agar rumah tangga terasa damai dan tenang. Karena tidak ada rasa curiga atau gundah saat suami bekerja di luar untuk mencari nafkah. 

Tidak langsung berprasangka buruk saat pasangan mendapat telpon atau sms dari lawan jenis karena mungkin ada urusan kantor. Tidak perlu takut atau gundah saat pasangan jauh dari kita. Hal ini semua karena adanya rasa saling percaya dan saling menjaga kepercayaan itu.