Astaghfirulloh, Inilah Kemalangan Yang Menimpa Anak Dari Hasil Zina
Cari Berita

Advertisement

Astaghfirulloh, Inilah Kemalangan Yang Menimpa Anak Dari Hasil Zina

9/26/17


Kawan, berpikirlah seribu kali sebelum melakukan zina karena akibatnya akan ditanggung oleh anak hasil zina kita. Apakah kita tidak kasihan jika sesosok insan manusia mungil yang masih polos tak berdosa juga ikut menanggung getah dari buah yang telah dimakan oleh orang tuanya? Hendaknya cukuplah kedua orang tuanya saja yang terkena dosa akibat perbuatan mereka. Lalu, apa saja kemalangan sang anak hasil zina kedua orang tuanya? mari simak penjelasan berikut ini

1. Seorang Anak dari Perbuatan Zina Tak Mendapat Nasab dari Ayahnya

Seorang anak yang dilahirkan dari hubungan zina yang dilakukan oleh orang tuanya tidaklah mendapatkan pengakuan yang sah dari hukum Islam mengenai siapa ayahnya yang sebenarnya. Meskipun diketahui dengan benar siapa ayah biologisnya, tetapi tetap tidak bisa menyandarkan bahwa dirinya adalah anak sang ayah berdasarkan nasab.

Dalam hukum yang berlaku di negara ini pun demikian adanya. Jika anak tersebut adalah hasil dari perbuatan zina atau dilakukan di luar hasil hubungan pernikahan, nama ayah biologis dari anak tidak bisa dicantumkan dan hanya ditulis nama ibunya.

2. Hak Waris dari Ayahnya Tak Pula Ia Dapatkan

Nasib malang lain yang juga diberikan kepada anak hasil hubungan zina adalah ia tidak berhak mendapatkan hak waris dari ayah biologisnya. Bagaimana bisa mendapatkan hak waris jika untuk mendapatkan pengakuan saja sebagai anaknya tidak diperbolehkan?

Anak hanya bisa mendapatkan harta dari ayah biologisnya dari jalur wasiat. Jika ayah biologisnya ingin memberikan hartanya, itu bisa didapatkan oleh anaknya dengan cara menulis surat wasiat sebelum ayahnya tersebut meninggal. Jika tidak, anak tidak akan mendapatkan harta sama sekali.

3. Wali Nikah Anak Perempuan Bukanlah Ayah Biologisnya

Jika anak yang dihasilkan dari hubungan zina merupakan anak laki-laki, tidak perlu dikhawatirkan siapa walinya karena dia bisa mewakili dirinya sendiri. Namun, jika anak hasil zina merupakan anak perempuan, ia tidak boleh memberikan wali ke ayahnya.

Hal ini karena ayah biologis dari anak hasil zina tersebut bukanlah ayahnya sehingga tidak diperkenankan untuk menjadi walinya. Orang yang berhak menjadi wali dari anak hasil zina adalah saudara laki-laki dari ibunya karena hukum penisbatan anak hasil zina ikut dengan ibunya dan bukan dengan ayahnya.

Inilah beberapa kemalangan yang didapatkan dari orang tua yang telah melakukan hasil zina dan juga ditanggung oleh anaknya. Jadi, bagi para wanita, janganlah sekali-kali mau diajak untuk berzina karena bebannya akan lebih berat kepada kaum wanita.

Apalagi, hal tersebut juga berpengaruh terhadap anaknya. Jika memang sudah terjadi, segeralah bertobat. Mohon ampun kepada Allah dan berjanji untuk tidak melakukan hal yang serupa. Wallahualam bissawab.