Beberapa Cara Sederhana Yang Dicontohkan Nabi Agar Pernikahan Bahagia

Advertisement

Advertisement 970x90px

Beberapa Cara Sederhana Yang Dicontohkan Nabi Agar Pernikahan Bahagia

9/3/17




Kita sering tersibukkan dalam rutinitas hidup sehingga kita menganggap perkawinan kita begitu saja, sehingga kadang berakibat buruk.

Beruntung Allah telah memberi kita gambaran yang sempurna di dalam Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, untuk membantu memecahkan rutinitas itu, sehingga rumah tangga bisa berjalan harmonis dan dapat melewati rintangan yang ada.

Inilah lima pelajaran praktis namun sangat bermanfaat dari Rasulullah untuk membantu menghidupkan kembali hubungan berumah tangga kita.

1. Sering Tersenyum

Nabi sering tersenyum. Begitu sering sehingga sahabat-sahabatnya mengatakan bahwa mereka tidak pernah melihat ada orang yang tersenyum lebih sering dari dia.

Sangat mudah untuk melupakan betapa kuatnya senyuman sederhana itu. Suami atau Istri, kita semua memiliki hari yang panjang dan berat. Alih-alih membombardir pasangan Anda dengan keluhan pada pandangan pertama, akan lebih baik dengan memberika mereka dengan senyuman manis yang ikhlas.

Nabi bahkan mengatakan kepada kita bahwa senyuman adalah bagian dari ibadah.

2. Berkata yang baik dan Lembut

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda,: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau hendaklah diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah).

Sangat mudah untuk mengkritisi pada pasangan kita. karena kita saling berhubungan sepanjang waktu. Namun daripada terus mencari kesalahan, tunjukkan kebaikan. Cobalah untuk memuji pasangan Anda dan menjadikannya kebiasaan baru.

3. Menahan Amarah

Siapapun kita, tentu pernah merasakan marah, bahkan mungkin tidak jarang kita merasakan kemarahan dan emosi yang sangat. Terebih dihadapan istri atau suami kita, tentu kita harus menahan marah agar kejadian yang tidak kita inginkan di dalam rumah tidak terjadi.

“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” [HR al-Bukhari (no. 5763) dan Muslim (no. 2609).

Kita mungki bisa marah pada pasangan kita karena hal-hal paling konyol, dari cara mereka membuka pasta gigi sampai bagaimana mereka mencuci piring.
Tenang. Sebagai gantinya, senyum dan ucapkan sesuatu yang manis.

4. Pergi Jalan-jalan bersama

Nabi suka menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangannya. Dia tidak menjalani kehidupan terpisah di bawah atap yang sama. Dia berjalan-jalan dengan istrinya, bepergian dengan istrinya, dan meinta pendapatnya. Dia akan terlibat dalam membuka percakapan.

Kapan terakhir kali Anda mengajak pasangan makan malam yang menyenangkan (tidak terburu-buru membicarakan kebutuhan rumah tangga) atau pergi minum secangkir kopi?

5. Katakan ‘Aku Mencintaimu’

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tidak malu untuk mengakui cintanya pada istrinya dan mengucapkannya. Dia sering berbicara tentang kasih sayang yang besar yang dimilikinya untuk istrinya Khadijah. Banyak dari kita mungkin tidak dapat mengingat kapan terakhir kita mengatakannya kepada pasangan kita. Itu bukan yang dicontohkan nabi.