Ketika Tiba Panggilan Menuju Surga
Cari Berita

Advertisement

Ketika Tiba Panggilan Menuju Surga

9/18/17



Seorang muslim pada setiap kondisinya tidak memikirkan apa pun selain Surga. Ketika mengerjakan shalat, ia tidak mengerjakannya kecuali untuk meraih ridha sang Rabb dan masuk Surga. Ketika berpuasa di siang yang panas, ia tidak melakukannya kecuali karena mencari Surga. Ia selalu menginfakkan yang baik-baik di mana pun dan kapan pun, juga demi mencari lahan-lahan di Surga.

Semua orang, besar atau kecil, tua atau muda, lelaki atau perempuan, orang yang taat atau ahli maksiat, pasti berharap Surga adalah rumah tempat tinggalnya. Bahkan ada beberapa orang yang menjadikan Surga selalu berada di hadapan kedua matanya. Mereka selalu mengingat dan menyebut-nyebut Surga pada setiap kesibukan mereka, ketika waktu luang, ketika sedang safar, atau ketika berada di rumah mereka. Mengapa mereka melakukan itu?!

Demikian itu karena mereka membaca firman Allah yang berbunyi:

وَنُودُواْ أَن تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ  الأعراف:43

“Mereka dipanggil: Masuklah ke dalam Surga itu. Kalian mewarisinya akibat amal perbuatan yang dahulu kalian kerjakan.” (QS. Al-A’raaf: 43)

Pada hari Kiamat, yaitu hari penyesalan dan kebinasaan, semua alam semesta berdiri dan sungguh, itu adalah kondisi yang sangat menakutkan dan semua orang hanya bisa berharap. Di sana terdapat cahaya dan kegelapan. Semuanya membawa kepedihan dan angan-angan.

Tahukah anda saudara, kondisi apa itu? Itu adalah kondisi yang semua makhluk mengatakan satu ucapan saja. Bukan yang lain. Semuanya mengatakan: “Ya Allah! Selamatkan diriku. Ya Allah! Selamatkan diriku.”

Setelah keputusan dikeluarkan sang Rabb untuk mereka, diumumkanlah nama orang-orang yang sukses baik laki dan perempuan. Juga diumumkan nama orang-orang yang binasa baik laki dan perempuan.  Allah berfirman menggambarkan kondisi hari itu:

  فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ آل عمران:185

“Barangsiapa dihindarkan dari Neraka dan dimasukkan dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan kesenangan yang menipu.”  (QS. Ali Imran: 185)

Bayangkan wahai saudara… orang mukmin itu sebelumnya dalam kondisi ketakutan dan tegang sekali. Tapi kemudian diperintah masuk Surga dan dia kekal abadi di dalamnya. Ia sangat gembira ketika selamat dari kobaran api yang begitu panas. Setelah itu, ia langsung menapakkan kakinya  di bumi Surga. Ia pun berjalan-jalan di taman-tamannya bersama orang-orang yang dicintai.

Kemudian memandang untuk pertama kalinya, kemah-kemah Surga yang terbuat dari mutiara. Kemah-kemah itu berdiri tegak di pinggir sungai-sungai di dataran yang sangat hijau.

Subhaanallah… aroma taman itu sangat harum. Lebih harum daripada aroma kesturi.

Ia memandang lagi, rupanya di sana terdapat istana dalam bangunan yang sangat indah mengagumkan dan penuh dengan cahaya berkelap-kelip. Di sekitarnya terdapat banyak pohon-pohon berbuah yang tidak pernah berhenti berbuah dan sangat mudah mengambilnya.

Bayangkan wahai saudara… sekiranya anda adalah orang mukmin itu. Kira-kira seperti apa perasaan anda. Apalagi anda tahu bahwa anda akan kekal abadi selama-lamanya di sana.

Semoga Allah menjadikan saya dan anda termasuk orang-orang yang dipanggil untuk masuk Surga melalui pintu sebelah kanan Surga tanpa azab maupun hisab. Aamiin.

Karena itu akhil kariim! Mari kita mengerjakan dua perkara pada bulan Ramadhan tahun 2017 ini. Dengan harapan semoga Allah menjadikan kita semua sebagai seorang mukmin yang dipanggil untuk masuk SurgaNya. Ingatlah! Tiada yang menjamin bahwa kita masih bisa mengejar Ramadhan tahun depan. Dua perkara itu adalah:

Pertama: Berjanji kepada Allah bahwa kita tidak akan menyia-nyiakan satu detik pun bulan Ramadhan dalam perkara yang tidak berguna. Semuanya harus kita isi dengan amal shalih. Antara shalat, dzikir, tilawah Al-Quran, menghadiri taklim, shalat tarawih, infaq, memberi ifthar dan lain sebagainya.

Jangan samakan Ramadhan kali ini dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya. Jadikan Ramadhan tahun ini, jauh lebih baik dari tahun-tahun lalu.

Targetkan bahwa Ramadhan tahun ini harus selesai dua juz tiap hari. Syukur-syukur kalau lebih banyak lagi.

Targetkan bahwa kita harus shalat berjamaah di masjid setiap shalat lima waktu dengan sudah berada di masjid sebelum takbiratul ihram sang imam.

Targetkan bahwa kita tidak pernah  lobang tarawihnya. Kita pasti selalu di masjid bahkan sudah hadir sebelum isyak untuk mengerjakan shalat tarawih dengan berjamaah. Demikian halnya dengan shalat sunnah rawatib, dhuha, dan lain-lainnya.

Kedua: Hindari perkara-perkara yang membatalkan pahala puasa dan amal shalih kita. Seperti marah, melihat yang haram, mengucapkan yang haram, mengumpat dan lain sebagainya. Dalam sahih Ibnu Khuzaimah, Nabi r bersabda:

((لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ، أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ، إِنِّي صَائِمٌ))

“Puasa itu bukan berhenti makan dan minum. Tapi puasa yang hakiki adalah meninggalkan perbuatan sia-sia dan mesum. Jika seseorang mencacimu atau bertindak bodoh padamu maka katakan: Saya sedang berpuasa. Saya sedang berpuasa.” (Sahih Ibnu Khuzaimah, no. 1996)
Wallaahu a’lam.