Pacaran Sama Dengan Berzina, Untuk Mengenal Pasangan Begini Ta'aruf Yang Sesuai Syariat
Cari Berita

Advertisement

Pacaran Sama Dengan Berzina, Untuk Mengenal Pasangan Begini Ta'aruf Yang Sesuai Syariat

9/27/17


Islam tidak mengenal istilah pacaran. Sebab perkara jodoh sudah dituliskan oleh Allah SWT di lauh mahfuz sejak seserorang diciptakan. Hanya tinggal bagaimana upaya manusia berdoa dan berusaha menemukan jodohnya dengan cara yang halal.

Istilah taaruf belakangan mulai dikenal dan dipraktikkan. Sebab tujuan utamanya adalah menikah. Beberapa selebriti juga banyak yang sudah melakukan taaruf karena pengalaman berpacaran sama sekali tidak membawa manfaat dan hanya membuang-buang waktu. Sebut saja pernikahan Laudya Cynthia Bella dan Engku Emran yang langsung menikah setelah melakukan penjajakan lima bulan saja.

Secara bahasa taaruf berasal dari kata ta'arafa – yata’arafu. Artinya saling mengenal. Kata ini ada dalam Alquran, di surat al-Hujurat yang berbunyi,

“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta’arofu) …” (QS. al-Hujurat: 13).

Melansir dari berbagai sumber, taaruf dilakukan untuk saling mengenal. Caranya bisa dengan dikenalkan atau sama-sama sudah mengenal. Saat berkenalan tidak berdua-duaan, pihak wanita diteman mahramnya.

Setelah saling mengenal dan tertarik, maka dianjurkan untuk melakukan salat istikharah. Meminta petunjuk kepada Allah SWT apakah dia orang yang tepat untuk dijadikan pendamping hidup atau tidak. Dan, apakah dia akan menuntun ke jalan agama yang lebih baik.

Selanjutnya adalah khitbah, yaitu melamar. Cara ini bisa dilakukan dengan berkata langsung atau dengan isyatrat. Seperti yang tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat 235.

“Tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis ‘iddahnya. (QS. Al-Baqarah: 235)

Satu hal yang penting dalam melakukan taaruf adalah meluruskan niat. Terdapat itikad baik untuk menikah lalu membina rumah tangga sesuai syariat Islam. Selama masa perkenalan jauhkan diri masing-masing dari maksiat agar dibukakan jalan terang oleh Allah SWT. Demikian dikutip dari berbagai sumber.