Menanam Sifat Sabar Dan Ikhlas dalam Penantian dan Kehilangan
Cari Berita

Advertisement

Menanam Sifat Sabar Dan Ikhlas dalam Penantian dan Kehilangan

9/13/17



Sabar dan ikhlas sebuah kata yang menyejukan hati , kedua kata ini tidak mudah untuk kita terapkan dalam kehidupan kita namun saat kedua kata ini menyatu dalam diri kita maka semua penantian dan kehilangan terasa seperti angin yang hanya meniup badan kita sehingga kita kedinginan namun hanya dalam hitungan detik.

Kedua sifat manusia ini selalu berpasangan dan tidak bisa di pisahkan baik itu dalam mendapatkan cobaan ataupun kesusahan. Terkait dengan sabar pada umumnya semua orang bisa lebih sabar termasuk saya dan anda tentunya.

Seperti yang dikatakan sebelumnya dimana saat kita mendapatkan ujian yang menyenangkan dari Allah SWT , seperti ujian kehilangan , kesulitan dan musibah hampir keseluruhan dari kita akan sulit untuk sabar dan ikhlas dalam menghadapinya.

Firman Allah SWT

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Dari firman tersebut dapat kita simpulkan bahwa sabar adalah adalah sikap pengendalian diri yang dimana sikap ini mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa seseorang yang memilikinya. Semakin tinggi kesabaran yang seseorang miliki maka semakin kokoh juga ia dalam menghadapi segala macam masalah yang terjadi dalam kehidupan.

Perlu kita pahami bersama dimana sifat sabar ini sangatlah sulit dilakukan , karena kita harus bisa memahami apapun yang terjadi di dunia ini pada dasarnya adalah sebuah ujian. Dan setiap amalan bisa diketahui pahalanya kecuali kesabaran kita, karena pahala kesabaran yang kita miliki yaitu tanpa batas sesuai firman Allah SWT berikut ini .

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ 

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az-Zumar: 10)

Selanjutnya ikhlas yaitu melakukan ibadah ataupun kebaikan karena Allah SWT dan mengharap ridha-Nya. Firman Allah SWT berbunyi sebagi berikut :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Qs. Al-An’am: 162)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melatih kesabaran dan keikhlasan, seperti:
Kita harus percaya pada jaminan Allah

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Qs. Al-Baqarah: 286).

Allah SWT yang menciptakan kita semua, sudah pasti sangat tahu kemampuan kita semua, jadi tidak mungkin Allah SWT memberikan cobaan dan ujian yang melebihi batas kemampuan hambanya.
Iman yang kuat

Semua dari kita pasti mampu bersabar di setiap ujian dan cobaan yang diberikan kepada kita semua asalkan iman kita semua kuat.

Menerima dengan Lapang dada

Disaat kita mendapatkan kesulitan , kesedihan dan kehilangan alangkah bainya kita menerima dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Bilamana kita sabar dan ikhlas menerima , maka IsyaAllah tidak akan terasa berat dengan semua cobaan tersebut.

Berbaik sangka kepada Allah SWT

Berbaik sangkalah dan kita tidak boleh sekalipun meragukan dan mempertanyakan keputusan, ketetapan, pengaturan, dan ketentuan Allah SWT. Perhatikan firman-Nya dalam hadist Qudsi,

“Akulah Allah, tiada Tuhan melainkan Aku. Siapa saja yang tidak sabar menerima cobaan dari-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku dan tidak ridha dengan ketentuan-Ku, maka berTuhnalah kepada Tuhan selain aku.” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir melalui jalur Abu Hind al-Dari)

Adapan beberapa manfaat yang bisa kita petik :

  • Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah SWT.
  • Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram
  • Akan mendapatkan naungan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala di hari kiamat.
  • Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
  • Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah SWT
  • Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.
  • Dekat dengan pertolongan Allah.
  • Doa kita akan diijabah.
  • Allah SWT akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.
  • Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT
  • Dapat memiliki sifat zuhud (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah SWT)

Menjadi seseorang yang sabar dan ikhlas sangatlah sulit namun tetap harus kita lakukan. Awali dengan belajar untuk menerima arti sebuah kehilangan dan penantian.

Sebab sabar itu adalah memerdekakan hati dan jiwa, ikhlas itu menentramkan dan mendamaikan hati, kedua sifat ini mengajarkan kita sebuah arti dari Memahami dan mengerti yang sesungguhnya serta kunci dari segala kunci sukses dalam menghadapi semua cobaan dan ujian yang ada.