4 Masalah Berat Ini Yang Akan Kamu Hadapi Apabila Kamu Terlanjur Hamil Diluar Nikah, Maka Berhati Hatilah !!
Cari Berita

Advertisement

4 Masalah Berat Ini Yang Akan Kamu Hadapi Apabila Kamu Terlanjur Hamil Diluar Nikah, Maka Berhati Hatilah !!

10/10/17


Sahabat harian, saat ini fenomena seks bebas di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan. Menurut data yang bersumber dari BKKBN, jumlah remaja yang melakukan seks di luar nikah semakin meningkat, 46% remaja yang berusia antara 15—19 tahun sudah melakukan hubungan seks.

Fakta mengejutkan terungkap 48—51% perempuan hamil masih berusia remaja. Fakta itu dibenarkan oleh KPAI. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di kalangan remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA, dari 4.726 responden, 97% pernah menonton video porno, 93,7% mengaku tidak perawan, dan 21,26% perempuan hamil usia remaja mengaku sudah pernah aborsi. Sungguh sangat memprihatinkan kan??

Nah, tentu saja fakta itu membuat kita khawatir. Jika kita memiliki anak perempuan berusia remaja, alangkah baiknya jika kita menjalin kedekatan dengan anak dan memberi pengarahan akan risiko yang mungkin didapatkan jika perempuan hamil di luar nikah. Dengan begitu, kelak anak kita akan lebih berhati-hati dalam bergaul dengan lawan jenis. Namun, apa jadinya kalau anak perempuan kita hamil di luar nikah? Yuk, simak ulasan di bawah ini!

1. Mendapat Stigma Negatif

Sahabat, meskipun saat ini sudah mulai terjadi pergeseran nilai di Indonesia, sebagian besar masyarakat kita masih berpegang pada nilai-nilai ketimuran sehingga bukanlah hal yang wajar perempuan hamil tanpa menikah sebelumnya. Nah, tentu saja hal itu akan memicu datangnya stigma negatif dari masyarakat. Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia, perempuan hamil di luar nikah akan dikucilkan oleh masyarakat sebagai bentuk sanksi sosial.

Hal itu bukanlah hal yang ringan. Stigma negatif yang diterima tentu menjadi tekanan tersendiri bagi keluarga, khususnya perempuan yang sedang mengandung anak di luar nikah. Bukan hanya perempuan yang hamil di luar nikah yang akan dikucilkan, melainkan keluarga sang perempuan akan terkena dampaknya.

Orang tuanya akan dianggap tidak mampu mendidik sang anak sehingga sang anak perempuan melakukan perzinaan hingga hamil. Stigma negatif yang muncul di masyarakat tentu akan membuat sang anak perempuan dan keluarga malu untuk bertemu dengan tetangga ataupun masyarakat.

Di dalam Alquran, surat An-Nur, ayat 2, Allah mengatakan,

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ 

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman,” (Q.S. An-Nur: 2).

Di dalam Alquran pun, perbuatan zina adalah perbuatan yang sangat tidak sukai hingga Allah pun memberikan hukuman yang melakukan perbuatan zina. Bahkan, Allah pun memerintahkan sekumpulan orang untuk menyaksikan prosesi hukuman tersebut. Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan pelajaran bagi orang-orang lainnya agar tak melakukan hal demikian.

2. Aborsi dan Pembuangan Bayi

Sahabat, tentu kita tahu bahwa hampir sebagian besar remaja yang hamil belum memiliki kesiapan mental untuk memiliki anak. Mereka yang nekat memilih untuk melakukan aborsi yang bisa membahayakan nyawanya sendiri. Berdasarkan data dari BKKBN sepanjang tahun 2014, ada 2,4 juta aborsi yang dilakukan oleh remaja usia SMP dan SMA. Sungguh mengerikan karena tindakan aborsi tidak hanya membahayakan nyawa, tapi juga meninggalkan trauma psikis dan rasa bersalah dalam diri pelaku.

Tidak jarang remaja yang memutuskan untuk melahirkan akhirnya akan membuang bayinya. Komnas PA mencatat bahwa sepanjang tahun 2014, kasus pembuangan bayi meningkat, ada 135 kasus. Sebagian besar bayi ditemukan dalam keadaan meninggal, padahal mereka adalah makhluk yang tidak berdosa sama sekali. Innalillahi wa innaillaihi rajiun. Tentu sebagai orang tua kita tidak ingin anak kita mengalaminya. Islam pun melarang perbuatan aborsi dan pembuangan anak.

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami-lah yang memberi mereka rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh dosa yang besar,” (Q.S. al-Isra: 31).

3. Membawa Dampak Masalah pada Anak yang Kelak Dilahirkan

Jika remaja hamil memutuskan untuk melahirkan dan memelihara anaknya, tentu tetap ada dampak yang akan diterima anak. Anak yang lahir di luar nikah hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibu dan keluarga ibunya. Hal itu sesuai dengan pasal 43 ayat (1) UU nomor 1 tahun 1974.

Anak yang lahir di luar nikah bernasab pada ibu dan keluarganya sehingga orang yang menanggung nafkahnya adalah ibu beserta keluarganya. Selain itu, anak yang lahir di luar nikah hanya mendapatkan hak waris dari jalur ibu dan keluarganya. Jika anak yang dilahirkan perempuan, ketika dewasa dan hendak menikah, ayah genetiknya tidak berhak menjadi wali nikah. Sungguh rumit masalah yang akan ditanggung oleh anak yang lahir di luar nikah, ya Sahabat.

4. Menjadi Orang Tua Tunggal

Korban dari perbuatan zina pasti adalah perempuan. Siapa yang tanggung kehamilannya? Siapa juga yang nanti melahirkan bayinya? Pasti perempuan. Tak mungkin pria merasakan letihnya membawa beban bayi diperut berbulan-bulan dan sulitnya merawat bayi. Miris rasanya memang ketika telah terjadi perbuatan haram tersebut si pria pergi meninggalkan perempuan yang telah menjadi pelampiasan hawa nafsunya. Alhasil, perempuannyalah yang menanggung semua risikonya.

Tidak jarang keputusan untuk merawat anak yang dilahirkan dari hasil perzinahan membuat perempuan menjadi orang tua tunggal. Tugas mengasuh anak bukan perkara ringan, apalagi jika usia ibu masih remaja dengan kondisi emosi yang belum stabil dan tidak memiliki kesiapan untuk memiliki anak.

Sahabat harian, lindungilah diri baik-baik dari perbuatan zina. Apabila khilaf melakukan perbuatan tersebut bertaubatlah dan berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut, sungguh Allah Maha Pengampun terhadap hamba-Nya. Jikan ada keluarga ataupun kerabat yang pernah melakukan perbuatan tersebut, rangkullah ia jangan sampai ia melakukan hal yang lebih jauh lagi. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari hal yang Allah sangat tidak sukai. Wallahualam bisawab.