Menjadi Wanita Islami : Pesona di Atas kemuliaan

Advertisement

Advertisement 970x90px

Menjadi Wanita Islami : Pesona di Atas kemuliaan

10/17/17



Wanita adalah sebuah mahakarya Allah. Di balik kelembutannya, ada kekuatan yang dapat menggerakkan sebuah laju peradaban. Wanita itu mulia karena melahirkan manusia. Ibu adalah gelar kehormatannya dan terdapat surga di kakinya.

Islam dengan segala kemuliaannya telah berhasil meletakkan dengan ideal posisi kaum wanita dalam gempita kehidupan. Fakta sejarah pun mengungkapkannya dengan elok bahwa di setiap keberhasilan orang-orang besar selalu ada wanita-wanita kuat di belakangnya.

Sayangnya, saat ini banyak wanita telah kehilangan jati dirinya. Seiring dengan perkembangan duniawi tersebut, mereka hilang arah sehingga lupa pada hakikat fitrahnya. Sebagai wanita muslim, sudah seharusnya pribadi wanita islami melekat pada dirinya.

Bukan hanya sekadar wanita islami biasa, melainkan wanita islami yang memesona. Dia membuat iri para bidadari surga yang menjadi idaman pria dan dipuja oleh Allah Swt.. Seperti apakah wanita islami tersebut? Baca penjelasannya berikut ini.

1. Ideal karena Salihah

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita salihah (H.R. Muslim).

Sebuah hadis yang diriwa­yatkan oleh Ibn Majah menjelaskan, “Tidak ada persoalan yang lebih baik bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah selain istri yang salihah. Bila ia disuruh suami, ia menaatinya; bila ia dipandang oleh suami, ia membuat hati senang; bila suami bersumpah padanya, ia mendukungnya; bila suami pergi, ia pun dengan tulus menjaga diri dan hartanya.” Salihah, kriteria yang didambakan pria sejati serta dipuji Allah dan rasul-Nya.

2. Menjadi Harta Berharga yang Harus Dijaga



Hal lain yang menjadi ciri wanita islami adalah ia yang menjaga diri dan martabatnya. Seorang wanita islami juga harus menjaga aurat dan menutupnya, kecuali kepada mahramnya, seperti suami dan anak-anaknya. Allah memerintahkan demikian agar mereka dapat selamat dari mata-mata khianat kaum laki-laki dan tidak menjadi fitnah bagi mereka.


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai, Nabi. Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Q.S. Al Ahzâb: 59).

3. Cantik karena Akhlaknya



Setiap wanita adalah cantik. Namun, cantik tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga keluhuran budi pekerti. Seorang wanita islami sejati tentu akan memilikinya. Keluhuran budi pekerti merupakan keindahan yang tidak akan habis, bahkan terus bertambah dan pesonanya menghadirkan kedamaian surgawi. Wanita islami yang memiliki kecantikan sifat dan akhlak lebih baik daripada wanita yang memiliki kecantikan fisik dan rupa semata. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah berikut ini.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tetapi ia melihat hati dan amal kalian,” (H.R. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah).

4. Menjadi Kebaikan Umat

Kelak, wanita akan menjadi istri dan ibu. Wanita islami yang sejati tentu tidak hanya akan menjadi istri biasa atau ibu yang biasa. Wanita islami yang sejati akan menjadi pendamping, pendukung, dan pendorong aktivitas suaminya demi dakwah dan kemaslahatan umat. Wanita islami sejati akan menjadi ibu yang baik untuk menyejahterakan anak-anaknya. Tentunya, hal ini merupakan kebaikan untuk umat yang berasal dari seorang wanita.

5. Beriman dan Berilmu untuk Beramal

Sosok wanita islami adalah tonggak kelahiran generasi islami. Jika wanita-wanita suatu negara itu baik, negara tersebut pun akan baik. Baik di sini tidak hanya selalu dinilai melalui sikap dan perbuatannya, tetapi juga baik dalam pendidikan dan agamanya.

Salah satu yang membedakan seseorang dengan orang lain adalah ilmu yang dimiliki, sema­­kin tinggi dan banyak ilmunya, akan semakin tinggi derajat­nya. Dengan ilmu yang baik, seorang wanita akan mendidik anak-anaknya dengan baik pula. Dengan agama yang baik, seorang wanita akan membawa kedamaian bagi diri dan keluarganya.

“Wanita dinikahi karena empat alasan: harta, kedudukan, kecantikan, dan agamanya. Namun, pilihlah karena faktor agamanya dan itu akan lebih membawa kedamaian,” (H.R. Muttafaqun ‘alaih).