4 langkah mudah Menggapai Indahnya Sabar dan Meraih Manisnya Syukur.
Cari Berita

Advertisement

4 langkah mudah Menggapai Indahnya Sabar dan Meraih Manisnya Syukur.

11/29/17



Allah telah mengingatkan dalam kitabNya yang mulia bahwa manusia itu akan diberi berbagai ujian dalam kehidupannya. Allah berfirman : “Latubluwannakum fii amwaa likum  wa anfusikum” Kamu sungguh sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu (Q.S Ali Imran 186).

Imam Ibnu Katsir berkata : Seorang mukmin itu harus diuji harta dan jiwanya atau anak keturunan dan keluarganya. Seorang mukmin juga harus diuji tingkat keagamaannya. Jika agamanya kuat maka akan bertambah pula cobaan yang akan diterimanya. (Tafsir Ibnu Katsir).

Abdul Malik ibnu Abjar berkata : Tidak ada seorang manusia melainkan akan diuji dengan kesehatan dan kelapangan untuk mengetahui sejauh mana ia akan mensyukurinya. Dan ia akan diuji pula dengan musibah untuk mengetahui sejauh mana ia akan bersikap sabar menghadapi ujian tersebut.

Bersikap sabar adalah sesuatu yang sangat tidak mudah. Ketahuilah bahwa untuk bersabar diperlukan usaha yang sungguh sungguh. Diantara cara untuk meraih sabar terhadap berbagai ujian adalah :

Pertama : Senantiasa berbaik sangka kepada Allah Ta’ala.

Seorang   muslim insya Allah akan mudah memperoleh sikap sabar jika dia berbaik sangka kepada Allah terhadap segala yang ditetapkan dan menimpanya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata:

(1) Engkau wajib berbaik sangka kepada Allah terhadap perbuatan Allah dimuka bumi

(2) Engkau wajib meyakini bahwa apa yang Allah lakukan adalah untuk hikmah yang sempurna. Terkadang akal manusia memahaminya terkadang tidak

(3) Maka janganlah ada yang menyangka bahwa jika Allah melakukan sesuatu dialam ini karena kehendaknya yang buruk.

Kedua : Membandingkan nikmat yang hilang dengan yang masih ada.

Sungguh cobaan yang kita alami jika dibanding dengan nikmat yang kita terima semenjak dalam kandungan ibu kita hingga saat ini tentulah lebih banyak nikmat. Bahkan kita tidak mampu menghitungnya. Perhatikanlah bahwa Allah masih memberikan kepada kita nikmat Iman dan Islam yang tidak ada bandingan nilainya, nikmat akal, hati, panca indra dan yang lainnya.

Mungkin saja seseorang saat ini sedang sakit dan sudah empat hari terbaring  di rumah sakit. Tapi ingatlah bahwa dia pernah sehat selama empat puluh tahun. Ini haruslah menjadi pendorong bagi seorang hamba untuk senantiasa bersabar.

Ketiga : Meyakini bahwa ujian adalah dari Allah dan itu  yang terbaik.

Kalau kita yakin dan menyadari bahwa ujian  adalah ketetapan Allah yang terbaik bagi hamba- Nya tentulah sepantasnya kita bisa sabar menerimanya.  Allah berfirman : “Qul lan yushiibanaa illa maa kataballahu lanaa, huwa maulaanaa” Katakanlah (Muhammad) sekali kali tidak akan menimpa kami melainkan apa  yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami. (Q.S at Taubah 51).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’di berkata : Maksud ayat ini adalah bahwa Dia yang menakdirkannya dan memberlakukannya di Lauhul Mahfudz. Dialah pelindung kami yang mengurusi perkara kami, baik urusan agama maupun dunia. Maka kita wajib ridha terhadap takdir-Nya dan kita tidak memiliki sedikitpun hak dalam perkara kita. (Kitab Tafsir Karimir Rahman).

Rasulullah bersabda : “Man yuridillahu bihi khairan yusib minhu” Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan Allah akan menimpakan kepadanya musibah. (H.R Imam Bukhari).

Imam Ibnu Taimiyah berkata : Musibah yang diterima semata-mata karena Allah lebih baik bagimu dari pada nikmat yang membuat kamu lupa mengingat Allah

Keempat : Meyakini bahwa ujian tidak melebihi kemampuan.

Adalah juga merupakan  cara menggapai sabar yaitu dengan mengingat bahwa Allah tidak memberikan ujian melebihi kemampuan seorang hamba. Allah berfirman : “Laa yukallifullahu nafsan illaa wus’ahaa” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Q.S al Baqarah 286)

Ketahuilah bahwa ujian yang kita terima belum seberapa dibanding orang lain apalagi para Nabi dan orang orang shalih. Tapi mereka senantiasa bersabar. Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash bahwa ia berkata, Aku berkata : Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling berat cobaannya ? Beliau bersabda: “Para Nabi kemudian orang yang terbaik setelah mereka.  (H.R at Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Salafus shalih memberi nasehat tentang kesabaran.

 Pertama : Umar bin khathab berkata: sebaik-baik kehidupan yang kami dapati adalah dengan kesabaran. (Kitab az Zuhd, Ibnul Mubarak)

Kedua : Abdullah bin Mas’ud berkata: Keimanan itu ada dua bagian, setengah untuk sabar dan setengah untuk syukur (Madarijus Saalikin, Imam  Ibnul Qayyim)

Ketiga : Umar bin Abdul Aziz berkata : Tidaklah Allah memberi nikmat kepada seseorang hamba kemudian mencabutnya dan menggantinya dengan kesabaran, melainkan yang  Allah gantikan itu lebih baik dari apa yang hilang. (Madarijus  Saalikin, Imam Ibnul Qayyim)