Beberapa Adab Dalam Berdoa, Salah Satu Kunci Terkabulnya Doa
Cari Berita

Advertisement

Beberapa Adab Dalam Berdoa, Salah Satu Kunci Terkabulnya Doa

1/23/18

Sebagai manusia, kita pasti memiliki yang namanya keinginan, cita-cita, atau harapan yang kita ingin agar semua itu bisa menjadi kenyataan alias terkabul. Akan tetapi, tidak semua yang kita inginkan bisa terkabul.

Terkadang, ada hal-hal yang sepele namun itu justru menjadi kenyataan, sementara hal yang sangat kita perjuangkan justru tak ada juntrungnya. Dengan kata lain, ada harapan kita yang bisa menjadi kenyataan, ada pula yang tidak. Sebab, yang menentukan dan menjadikan semua itu terkabul hanyalah Allah SWT yang dapat melakukannya.

Sementara kita, sebagai manusia, hanya mampu berdoa dan berusaha untuk mewujudkannya. Namun, bukan berarti kita harus menyerah dan pasrah tanpa adanya perjuangan sama sekali sekalipun apa yang kita inginkan itu tak nampak akan dikabulkan.

Kita tetap harus optimis dan sadar bahwa Allah SWT lebih mengetahui dari apa-apa yang tidak kita ketahui. Bisa jadi Allah tidak segera mengabulkan permintaan kita, atau bisa jadi Allah akan mengabulkannya nanti si akhirat.

Berdoa merupakan cara paling dasar untuk kita menyampaikan keinginan kita kepada Allah SWT, dengan harapan bahwa Allah akan segera mengabulkan keinginan kita tersebut.

Oleh sebab itu, jangan bosan dan jangan pernah berhenti berdoa karena kita tidak pernah tahu kapan Allah akan mengabulkan doa kita atau dengan apa Allah akan membalasnya dengan yang lebih baik sesuai kehendak-Nya.

Setiap orang pasti berharap bawha doa atau keinginannya bisa segera dikabulkan oleh Allah SWT. Doa merupakan cara sekaligus media bagi manusia untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Melalui doa kita bisa mendekatkan diri sekaligus mengutarakan apa yang kita inginkan kepada Allah SWT.

Berdoa juga bisa membantu menjadikan hati kita menjadi lebih tenang. Melalui doa juga kita bisa saling menolong antar sesama manusia meski tidak kita tunjukkan dalam tindakan yang kasat mata.

Berdoa memang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Akan tetapi,  lebih baik lagi jika kita mengikuti adab atau tata tertib dalam berdoa agar doa kita besar kemungkinannya dikabulkan oleh Allah SWT. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa ialah:

1. Bersuci

Memang pada saat berdoa bisa dilakukan kapan dan di mana dan pada saat apa saja. Tetapi, lebih baik lagi jika kita menyempatkan diri untuk bersuci terlebih dahulu (wudhu atau mandi) agar terhindar dari hadast dan najis. Dalam keadaan bersih, kita sendiri akan merasa lebih nyaman saat menghadap dan mengharap kepada Allah SWT.

2. Berdoa di waktu yang tepat

Adapun waktu yang dianjurkan untuk berdoa dan insya Allah menjadikan doa itu besar kemungkinannya dikabulkan Allah SWT:

Ketika sahur atau pada sepertiga malam
Saat sedang berpuasa
Pada malam lailatul qadar (baca juga: keutamaan malam lailatul qadar)
Ketika mendengar adzan
Waktu di antara adzan dan iqamah
Saat sedang sujud dalam shalat
Sebelum salam pada saat shalat fardhu’
Pada hari Jum’at
Saat turun hujan
Waktu antara dzuhur dan ashar pada hari Rabu
Pada hari Arafah (9 Dzulhijjah)
Saat perang tengah berkecamuk
Ketika meminum air Zam-zam

Dimulai dengan memuji Allah dan diakhiri dengan shalawat kepada Rasulullah Allah SWT ialah pencipta kita dan seluruh alam semesta. Sudah jelas bagi kita  untuk memberikan pujian-pujian hanya kepada Allah semata karena yang mengabulkan keinginan kita pun adalah Allah SWT jua.

Karenanya, awalilah doa dengan membaa dzikir dan memuji Allah SWT dengan ikhlas dan khusyu’.

Kemudian, pada saat akan mengakhiri doa, kita panjatkan shalawat kepada junjungann kita Nabi Besar Muhammad SAW karena beliau sangat dicintai oleh Allah dan satu-satunya yang bisa memberikan kita syafaat di hari akhir nanti.

Untuk itu kita sebagai kaum dari Nabi terakhir sekaligus Rasulullah yang Allah pilih, harus mencintai Nabi Muhammad SAW dengan sepenuh hati karena Allah. (baca juga: keutamaan cinta kepada Rasulullah)

3. Menghadap ke arah kiblat serta mengangkat kedua tangan

Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemalu lagi Maha Pemurah terhadap seorang hamba yg mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, kemudian kedua tangannya kembali dg kosong dan kehampaan (tidak dikabulkan).”

4. Memelankan suara serta tidak tergesa-gesa

Berdoa hendaknya dilantunkan dalam suara yang lembut lagi khusyu’ serta tida tergesa-gesa. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya;

“Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) segala kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S . Al-Anbiya’ : 90).

Dalam hadist oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

“Akan diijabahi doa kalian, jika tidak berdoa dengan tergesa-gesa. Sungguh kamu telah berdoa, maka atau kenapa tidak diijabahi?” (H. R. Imam Bukhari).

Yang penting dalam meminta kepada Allah adalah kita yakin bahwa hanya Allah satu-satunya yang dapat mengabulkan segala keinginan kita meskipun kita tidak pernah tahu kapan dan di mana atau apa dan bagaimana keinginan kita itu akan dikabulkan.

Yang harus kita lakukan adalah tetap berusaha dan terus berdoa meminta akan hal-hal yang baik serta yakin saja bahwa Allah akan mengabulkan doa dan keinginan kita tersebut.

Ingatlah, doa dan harapan lebih baik lagi jika kita berengi dengan usaha dan perbuatan. Oleh sebab itu, selain berdoa hendaknya kita juga terus melakukan amal perbuatan shaleh dan berusaha agar impian kita bisa menjadi kenyataan dengan tetap berpegang erat pada Allah SWT serta menjauhi semua yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah.