Mengenal Siapa Imam Mahdi, Penegak Keadilan di Muka Bumi Sebelum Datangnya Hari Kiamat
Cari Berita

Advertisement

Mengenal Siapa Imam Mahdi, Penegak Keadilan di Muka Bumi Sebelum Datangnya Hari Kiamat

1/4/18

gambar hanya sebagai illustrasi

Sahabat, seperti yang kita ketahui bahwa salah satu tanda datangnya hari kiamat ialah munculnya Imam Mahdi. Meski mengetahui hal tersebut, seringkali kita bertanya-tanya. Siapakah beliau? Bagaimana proses munculnya beliau? Mengapa beliau memiliki peran penting bagi umat Islam di akhir zaman?

Imam Mahdi atau Al-Imam Al-Mahdi yang berarti “Seseorang yang Memandu”, merupakan seorang muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah Ta’ala untuk menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi akan datang di akhir zaman.

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ

رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي

يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)

Beliau memiliki ciri-ciri, yaitu lelaki muda, muka bersinar, jenggot yang sempurna, terdapat tahi lalat pada pipinya, kulitnya seperti bangsa Arab (tidak kuning dan tidak hitam) serta bentuk tubuhnya seperti tubuh Israil (besar dan tinggi). Ciri-ciri lain juga dijelaskan pada sebuat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud sebagai berikut,

4285حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ تَمَّامِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ (رواه أبو داود

“Al-Mahdi dari keluargaku, ubun-ubunnya tidak berambut, berhidung mancung, dia akan menyebarkan keadilan dan kebijaksanaan di seluruh penjuru bumi setelah sebelumnya diliputi oleh kedzaliman dan kerusakan, dan dia berkuasa selama 7 tahun.” (H.R Abu Dawud).

Beliau adalah seorang manusia yang akhlaknya menyerupai Rasulullah. Kasih sayangnya, pemurahnya, tawadhu’nya, keadilannya, keberaniannya, tawakalnya, sabarnya, takutnya pada Allah serta khusyuknya dalam shalat.

Lalu, kapan dan bagaimanakah kemunculan beliau?

Kemunculan Imam Mahdi bukan karena kemauan Imam Mahdi itu sendiri, melainkan karena adanya takdir Allah. Bahkan ia sendiri tidak menyadari bahwa dirinya ialah Imam Mahdi, melainkan setelah Allah mengislahkannya dalam satu malam. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadist sebagai berikut,

“Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan diislahkan oleh Allah dalam satu malam.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Kemunculan Imam Mahdi akan didahului oleh beberapa tanda sebagai berikut:

1. Imam Mahdi akan muncul ketika banyak perselisihan antar manusia dan banyaknya gempa.

2. Baitullah akan diserang oleh suatu pasukan, tetapi bagian tengah pasukan tersebut akan ditelan bumi.

3. Seseorang akan dibaiat di antara makam Ibrahim dengan sudut Kabah.

4. Suatu pasukan yang datang dari negeri Syam menuju Baitullah untuk mengejar seorang lelaki yang dilindungi oleh Allah.

Kemunculan tersebut dijelaskan pada sebuah hadits,

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ

وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Juga dijelaskan pada hadits yang diriwayatkan Abu Dawud ialah sebagai berikut,

يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِنَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ

وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737).

Imam Mahdi akan memimpin selama 7 atau 8 atau 9 tahun. Semasa kepemimpinannya, ia akan membawa kaum muslimin untuk memerangi kezaliman hingga satu demi satu kedzaliman akan tumbang dibawah kekuasaanya. Kemenangan yang diraih oleh Imam Mahdi dan umat Muslim akan membuat murka Dajjal sehingga membuatnya keluar dari persembunyian dan berusaha membunuh Imam Mahdi serta pengikutnya.

Lalu, Allah akan menurunkan Nabi Isa dari langit yang bertugas membunuh Dajjal. Kemudian, Imam Mahdi dan Nabi Isa akan bersama-sama memerangi Dajjal dan pengikutnya hingga Dajjal mati ditombak oleh Nabi Isa di "Pintu Lud" dalam kompleks Al-Aqsa.

Dapat disimpulkan bahwa sebagai umat Muslim yang beriman, kita wajib percaya bahwa seorang Imam Mahdi akan muncul sebagai tanda datangnya hari kiamat. Tentu saja hal ini sudah dijelaskan dalam beberapa hadits Rasulullah.