Hati-hati! Beberapa Perkara ini Dapat Merusak Pahala Puasa Kita
Cari Berita

Advertisement

Hati-hati! Beberapa Perkara ini Dapat Merusak Pahala Puasa Kita

5/18/18

Ramadhan adalah bulan mulia dan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya karena Allah sendirilah yang membalas segala amal ibadah dan pahala puasa para hamba-Nya.

Allah juga akan membuka lebar pintu maghfirah kepada siapa pun yang memohon ampunan-Nya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw. yang artinya,

“llah Ta’ala berfirman, ‘Setiap amal manusia adalah untuknya, kecuali puasa, maka sesungguhnya ia (puasa ini) adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya (secara khusus),’” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menegaskan bahwa pada bulan Ramadhan setiap muslim diberikan keistimewaan untuk meraih pahala puasa secara langsung dari Allah. Akan tetapi, bagaimanakah jika selama berpuasa kita juga masih melakukan perbuatan dosa?

Apakah pahala puasa kita akan rusak dan hilang akibat dosa tersebut? Lantas perbuatan-perbuatan apa sajakah yang termasuk dosa yang dapat merusak puasa kita? Yuk kita simak ulasan di bawah ini.

1. Berkata Kotor dan Tercela



Rasulullah saw.  bersabda yang artinya, “Apabila seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, berteriak-teriak (bertengkar), dan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mencela atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa (dua kali),” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Salah satu hikmah berpuasa adalah menahan diri dari emosi dan hawa nafsu. Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa kita dianjurkan untuk menjaga lisan dari perkataan yang dapat merusak pahala puasa kita.

2. Berdusta



Berdusta adalah salah satu perbuatan dosa baik dilakukan oleh orang yang berpuasa atau tidak. Jika dilakukan saat sedang berpuasa, ituhanya akan mengotori ibadah puasa dan merusak pahala kita.

Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan melakukan sesuatu dengan dasar kedustaan itu, maka tidak ada gunanya ia meninggalkan makanan dan minumannya itu disisi Allah,” (H.R. Bukhari).

3. Sibuk Membuka Aib Orang Lain



Rasullullah melarang mencari-cari kesalahan dan aib orang lain (tajassus), baik pada hari-hari biasa atau saat Ramadhan karena akan mengotori pahala puasa.

Nabi Muhammad saw. bersabda, “Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat,” (H.R. Muslim).

4. Berbuat tanpa Rasa Malu



Rasulullah saw. bersabda, “Malu itu sebagian dari Iman.” Dalam hadis lainnya Rasul berkata, “Malu dan iman adalah satu, maka apabila dicabut salah satunya maka akan tercabut yang lainnya.”

Perbuatan-perbuatan seperti melanggar norma, korupsi, bahkan berzina menandakan rasa malu telah hilang dalam diri. Apabila seseorang tidak berhenti melakukannya meskipun saat Ramadhan maka pahala puasa yang dikumpulkan akan rusak oleh dosa.

5. Mengutamakan Dunia



Islam menganjurkan agar semua umatnya kaya, namun tidak berarti kita bekerja secara berlebihan sehingga mengesampingkan keutamaan bulan Ramadhan.

Hal ini karena Ramadhan adalah saat yang tepat untuk muhasabah dan mengevaluasi diri. Pada bulan ini Allah akan sangat dekat dengan para hamba-Nya. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk lebih mengutamakan aktivitas yang jauh dari nafsu duniawi agar pahala puasa yang kita kumpulkan akan semakin bermakna.

Rasul bersabda, “Beramallah engkau untuk duniamu seolah engkau akan hidup selamanya, dan beramallah engkau untuk akhiratmu seolah engkau akan mati besok.”

6. Berbuat Dhalim, Keras Hati, dan Panjang Angan-Angan



“Enam perkara yang bisa melebur amal kebaikan: sibuk mencari keburukan/aib orang lain, keras hati, terlalu cinta dunia, sedikit rasa malu, panjang lamunan /khayalan, dan kedhaliman yang tidak pernah berhenti,” (H.R ad-Dailami dari Adi bin Hatim).

Dalam hadis tersebut jelas disampaikan bahwa perbuatan-perbuatan tersebut hanya akan menghilangkan amal kebaikan orang yang melakukannya.

Apabila seseorang masih melakukannya dan tidak mempedulikan kemuliaan bulan Ramadhan maka akan sia-sialah puasanya dan rusaklah pahala puasanya.

sahabat, kita tidak tahu apakah kita dapat selalu bertemu dengan Ramadhan yang mulia. Oleh karena itu, berilah teladan kepada keluarga kita agar selalu memperbanyak amal ibadah serta menjauhi hal-hal yang hanya akan merusak pahala puasa kita.