Ramadhan untuk Muslimah: Ladang Pahala yang Terhampar Luas
Cari Berita

Advertisement

Ramadhan untuk Muslimah: Ladang Pahala yang Terhampar Luas

5/18/18

Ramadhan adalah bulan yang mulia dan istimewa. Mulia karena berlimpah pahala, dan istimewa karena berbeda dengan bulan-bulan lainnya.

Dalam dunia wanita muslimah, keistimewaan Ramadhan terlihat saat berbuka puasa. Lain dari hari biasanya, para muslimah disibukkan dengan menu-menu pilihan berbuka; baik untuk anak, saudara,ataupun suami tercinta.

Tak cuma di saat berbuka, menu sahur pun biasanya juga disiapkan oleh mereka dengan aneka rupa makanan. Padahal, di waktu-waktu tersebut–menjelang berbuka atau sebelum sahur—adalah waktu mustajabnya sebuah doa.

Sungguh disayangkan jika para muslimah kehilangan kesempata langka tersebut, yang terdapat di bulan Ramadhan.

Sudah seyogyanya, kaum lelaki dapat mengingatkan pentingnya hal ini. Seorang suami mengingatkan istrinya, saudara lelaki mengingatkan saudara perempuanya, dan ayah mengingatkan kepada putrinya. Telah diketahui, sedetik yang berlalu di bulan Ramadhan tidak akan pernah bisa kembali lagi pada detik selanjutnya.

Perhatikanlah Hal Ini Wahai Muslimah!

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang muslimah agar waktu yang mereka jalani tidak terbuang sia-sia, mendapatkan tambahan pahala, dan bukan dilewatkan dengan hal-hal yang kurang berguna.

1. Hendaknya selalu menjaga keikhlasan ketika mempersiapkan hidangan berbuka atau sahur. 



Serta, tak lupa menumbuhkan rasa bahagia di atas rasa capek dan lelah karena adanya aktivitas tersebut. Rasulullah SAW bersabda,

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia berkata, ”Kami bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan, sebagian dari kami ada yang berpuasa dan sebagian lain tidak.” Selanjutnya Anas berkata, “Selama satu hari, panasnya cuaca terlihat berangsur-angsur reda (dalam arti normal, tidak terlalu panas sekali), dan pada hari-hari setelahnya cuaca kembali panas dan hal ini berkepanjangan (sehingga membuat payah para musafir kala itu), mayoritas dari kami menahan panasnya cuaca dengan kisa’-nya (yaitu kain atasan yang sering digunakan orang Arab kala itu sebagai pakaian), dan dari kami ada yang menahan panasnya terik matahari dengan tangannya.” Anas berkata, “Maka orang-orang (yang kala itu) berpuasa berjatuhan (karena tak tahan menahan panas), lalu (seketika itu juga) orang-orang yang tak berpuasa bergegas mengetuk pintu rumah-rumah (untuk mencari ataupun meminta air), lalu mereka meminumkan air tersebut kepada para pengendara yang berjatuhan tadi, maka (melihat itu) Rasulullah bersabda, ‘Pada hari ini orang-orang yang tak berpuasa tersebut mendapatkan pahala’.” (HR. Bukhari, Fathul Bari 6/98/2890)

Ingatlah wahai para muslimah! Pekerjaan kalian menyiapkan hidangan buka dan sahur bukanlah pekerjaan yang sia-sia jika dilandasi niat yang benar. Orang yang memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa, jelas akan memperoleh pahala yang agung. Terlebih lagi, usaha untuk menghadirkan keikhlasan niat pada dasarnya juga salah satu bentuk ketaatan kepada suami, perhatian kepada anak, dan lain sebagainya.

Dengan niat yang ikhlas dan totalitas dalam amal, Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amalanmu, wahai wanita muslimah…


2. Wanita muslimah juga dapat memanfaatkan saat beraktivitas di dapur untuk meraih “ghanîmah bâridah” (harta rampasan perang yang didapat tanpa susah payah –maksudnya, para wanita muslimah dapat menggapai berbagai keuntungan dengan mudah). 



Semua itu dapat diraih dengan memperbanyak berdzikir, beristighfar, serta berdoa (saat ia bekerja di dapur).

Dengan cara ini para wanita muslimah dapat menggabungkan dua kebaikan dalam satu waktu, yaitu kebaikan dalam keikhlasan dan kebaikan karena memperbanyak dzikir dan doa saat di dapur. Sungguh hal itu salah satu keutamaan yang Allah berikan kepada para muslimah.

3. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Alangkah baiknya jika aktivitas di dapur ditemani dengan lantunan ayat Al-Qur’an atau ceramah sebagai nutrisi hati. 



Dalam hal ini, juga menjadi PR besar bagi suami, untuk memberikan fasilitas istrinya agar dapat memanfaatkan setiap detik bulan Ramadhan untuk kebaikan.

Hal lain yang mungkin dapat menjadi alternatif adalah mengulang kembali hafalan Al-Qur’an sembari bekerja di dapur. Tujuannya agar nuansa Ramadhan benar-benar terasa jika bacaan Al-Qur’an senantiasa menghiasi lisan kita.

Bagi para wanita muslimah, seyogyanya juga berusaha memunculkan rasa puas dan bahagia, menghadirkan keikhlasan saat bekerja atau bahkan ketika rasa capek mendera. Semua aktivitas yang ia jalani, pada dasarnya asas manfaat akan kembali pada dirinya sendiri, suami, dan anak-anaknya.