Akhlak Yang Baik Adalah Cerminan Berkahnya Ilmu, Lakukanlah Kebiasaan Ini !

Advertisement

Advertisement 970x90px

Akhlak Yang Baik Adalah Cerminan Berkahnya Ilmu, Lakukanlah Kebiasaan Ini !

Farchan Arsyal
7/20/18


Kata akhlak berasal dari kata khuluk yang dalam bahasa Arab artinya watak, kelakuan, tabiat, perangai, budi pekerti, tingkah laku dan kebiasaan. Pengertian akhlak dalam islam adalah perangai serta tingkah laku yang terdapat pada diri seseorang yang telah melekat, dilakukan dan dipertahankan secara terus menerus.

Terkadang, jika mengetahui orang yang sudah “mengaji” lalu akhlaknya terhadap orang lain itu tidak baik, kita mungkin akan mengatakan (meskipun hanya dalam hati): “astaghfirullah … Kok gitu sih. Udah ngaji kok kelakuannya kayak gitu.”

Adapun beberapa tips bahwa akhlak yang baik adalah cermin berkahnya ilmu. Berikut penjelasannya :

1. Berlindung Dari Perbuatan Demikian

Banyak berdoa kepada Allah SWT agar diberi ketetapan hati dan akhlak yang baik. Diantaranya doa :


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Hakim, dishahihkan al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi).

اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِيْ فَأَحْسِنْ خُلُقِيْ

“Ya Allah sebagaimana Engkau telah menciptakanku dengan baik maka perbaiki pula akhlakku.” (HR. Ahmad, dishahihkan al-Albani dalam al-Irwa’, 1/115).

2. Menuntut Ilmu Dengan Sungguh-sungguh Hanya Mengharap Wajah Allah SWT.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ ، لَا يَتَعَلَّمُهُ إلَّا لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا ، لَمْ يَجِدْ عَرَفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِيْ رِيْحَهَا
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya itu demi mengharapkan wajah Allah, tetapi ia tidak mengharapkan kecuali bagian dari dunia maka ia tidak akan mencium bau surga. (HR. Abu Daud 2664, Ibnu Majah 252, Ahmad 2/338, Ibnu Hibban 78, al-Hakim 1/85, dan yang lainnya, dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 6159).

Seperti yang dilansir oleh muslimah.o.id, mengamalkan ilmu yang kita dapat dengan sebaik-baiknya itu harus sesuai dengan kemampuan. Jika kita belajar ilmu tentang nama dan sifat Allah, kita akan lebih berhati-hati dalam berbuat. Termasuk bagaimana akhlak kita dalam bergaul karena salah satu tanda keberkahan ilmu itu tercermin dari akhlaknya.

3. Bergaul Dengan Orang-orang Shalih.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدَكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi, dishahihkan oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah, no. 927).

Jika kita bergaul dengan teman yang shalih dan baik agamanya, semoga kita bisa baik pula.

4. Melembutkan Hati

Hati yang lembut bisa diusahakan dengan berdzikir kepada Allah SWT, membaca dan mentadaburi Alquran (memahami makna-makna Al-Qur'an) walaupun sedikit demi sedikit, merenungi ciptaan-ciptaan-Nya, datang ke majelis ilmu, dan lain-lain.

Karena dengan hati yang lembut membuat kita mudah menerima nasihat ketika khilaf dan lalai.