Amalan-Amalan Bulan Muharram : Puasa Asyuro Dapat Menebus Dosa Selama 1 Tahun

Advertisement

Advertisement 970x90px

Amalan-Amalan Bulan Muharram : Puasa Asyuro Dapat Menebus Dosa Selama 1 Tahun

7/18/18


Bulan Muharram bulan pertama di dalam penanggalan Hijriyah yang memiliki pahala berlipat ganda apabila berbuat baik ataupun berbuat dosa. Bulan Muharram menjadi bulan yang sangat berpengaruh untuk sejarah umat Islam dan penuh akan barokah serta rahmat.

Pada ulasan kali ini, kami akan berikan penjelasan mengenai amalan-amalan di bulan Muharram secara lengkap untuk anda.

1. Perbanyak Amal Sholeh

Mengingat akan besarnya pahala yang akan diberikan Allah SWT dalam bulan Muharram melebihi bulan lainnya, hendaknya kita sebagai umat muslim lebih memperbanyak amalan amalan ketaatan pada Allah SWT di bulan Muharram yakni dengan membaca Al Quran, berdzikir, puasa, shadaqah dan amalan shalih lainnya.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu bersabda di dalam tafsir firman Allah SWT pada Surat At Taubah ayat 36,

“Maka janganlah kalian menzalimi diri kalian, Allah telah mengkhususkan empat bulan dari kedua belas bulan tersebut. Dan Allah menjadikannya sebagai bulan yang suci, mengagungkan kemuliaan-kemuliaannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan sholeh.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir)

2. Jauhi Maksiat

Bulan Muharram juga menjadi bulan untuk menjauhi kemaksiatan pada Allah SWT, sebab dosa yang diperbuat pada bulan bulan haram, akan lebih besar jika dibandingkan dengan dosa selain bulan haram.

Qotadah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya kezaliman pada bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapi Allah Ta’ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya.”

3. Memperbanyak Puasa

Saat bulan Muharram juga sebaiknya memperbanyak puasa sebab puasa yang dijalankan pada Muharram sama baiknya seperti puasa bulan Ramadhan.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata jika Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

4. Puasa Asyuro

Hari Asyuro merupakan hari yang selalu dijaga keutamaannya oleh Rasulullah SAW seperti dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dimana beliau berkata,

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah sudah bersabda jika seseorang yang melaksanakan puasa di sunnah Asyuro yakni di tanggal 10 Muharram akan mendapat pahala penebus dosa selama setahun yang sudah berlalu.

5. Puasa Hari Kesembilan

Selain itu, sangat dianjurkan juga untuk menambah puasa pada hari ke kesembilan seperti yang sudah disebutkan dalam hadits riwayat Imam Muslim,

“Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya dia berkata,

“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari "Asyura" dan memerintahkan (perintah sunnah) manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, "Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani."

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, "Apabila datang tahun depan Insya Allah kami akan berpuasa pada tanggal 9 (Muharram)". Berkata Abdullah bin Abbas. Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.” (HR. Muslim : 1134/2666)

6. Puasa Sunnah 11 Muharram

Sebagian ulama juga menganjurkan untuk melaksanakan puasa tanggal 11 Muharram sesudah puasa Asyura.

“Puasalah hari Asyura’ dan jangan sama dengan model orang Yahudi. Puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya.” (HR. Ahmad, Al Bazzar)

Dalam hadits diatas yang dihasankan Syaikh Ahmad Syakir menguatkan tentang anjuran puasa sunnah 11 Muharram dan juga diperkuat oleh hadits lainnya yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra, “Puasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.”

7. Membaca Doa Tanggal 1 Sampai 10 Muharram

Dianjurkan juga untuk membacakan doa setiap hari yang dimulai pada tanggal 1 Muharram sampai dengan 10 Muharram dan doanya adalah:

“Ya Allah, tahun baru telah datang, aku meminta kebaikannya dan berlindung dari keburukannya, maka jagalah aku dari godaan syetan. Ya Allah ! Engkau telah menjadikan setan sebagai musuhku yang tahu akan kelemahan-kelemahanku, setan dapat melihat aku namun aku tidak dapat melihatnya. Maka jadikanlah setan putus asa untuk menggodaku dan janganlah Engkau jadikan ia penghalang ampunan-MU. Engkau Dzat Yang Maha Kuasa."

8. Taubat

Taubat merupakan kembali pada Allah SWT dari perkara yang Allah SWT benci secara lahir dan batin menuju ke perkara yang Allah SWT senangi.

Seperti yang di kutip oleh dalamislam.com taubat memiliki arti menyesal dengan semua dosa yang sudah diperbuat pada masa lalu dan kemudian meninggalkannya serta bertekad untuk tidak mengulanginya kembali dan taubat ini merupakan tugas yang berlangsung untuk seumur hidup.

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim yang jatuh dalam dosa dan perbuatan maksiat untuk segera bertaubat khususnya pada bulan Muharram dan tidak menundanya sebab kematian yang menjemput tidak diketahui waktu kedatangannya.

9. Muhasabah dan Intropeksi Diri

Amalan berikutnya yang harus diperbanyak pada bulan Muharram adalah muhasabah dan juga intropeksi diri seiring dengan bertambahnya usia. Ini semua dilakukan sebagai bekal menuju perjalanan panjang di akhirat yakni dengan memperbanyak amalan-amalan sholeh.

Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al Hasyr: 18)

10. Bersedekah

Bersedekah juga menjadi amalan di bulan Muharram, dimana seseorang yang melakukan sedekah pada bulan tersebut maka akan seperti bersedekah selama setahun.

Kalangan mazhab Malik juga menyarankan banyak bersedekah, namun untuk mazhab lainnya tidak memiliki landasan dalil yang dengan khusus membahas akan hal tersebut dan memiliki derajat hadits yang kuat sehingga mendhaifkan hadits tersebut.

Demikian beberapa amalan yang bisa di amalkan saat berada di bulan Muharram. Semoga setelah membaca informasi ini, kita sekalian mau mengamalkan agar bisa menambahkan pahala di akhirat nanti. Aamiin