Berat-beratnya Ujian Allah Pada Umur 35 -40, Begini Penjelasannya

Advertisement

Advertisement 970x90px

Berat-beratnya Ujian Allah Pada Umur 35 -40, Begini Penjelasannya

7/17/18


Umur 35 tahun – 40 tahun ialah umur dimana kebanyakan kita mulai diuji. Ujian datang dari manapun silih berganti, di antaranya datang dari ibu atau bapak (jatuh sakit, kematian), atau dari pasangan hidup (perceraian, jatuh sakit, pergaduhan) atau dari anak-anak yang menuju remaja.

Memang bermula 35 tahun – 40 tahun, Allah akan memanggil kita pulang bertaubat kepadaNya. Panggilan dari Allah selalunya berbentuk ujian, Kerana hanya dengan itu kita akan kembali bersimpuh dan bersujud mengadu dan memohon pertolonganNya. Orang yang beriman akan memperbaiki diri dan amalannya bertujuan agar bisa berkumpul bersama di syurga nanti. sebaliknya orang yang tidak beriman cenderung kebalikannya, mencari jalan pintas yang akan menyesatkannya.

Usia 35 – 40 ini menjadi lebih menarik apabila al-Quran di dalam surah “al-Ahqaaf ayat 15” ada menyebut tentang itu. Allah berfirman,


وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, ‘Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim’.” (QS. al-Ahqaf : 15)

Ada segelintir golongan yang sudah berumur 50 tahun, 60 tahun, malah 70 tahun, masih memikirkan dunia di antaranya; kendaraan, pertenakan, harta-hartanya, anak-anak dan cucu-cucunya. Alangkah baiknya jika apabila sudah berumur, masa diisi untuk mendengar ceramah Agama, ibadah di Masjid, Umrah, Haji dan sebagainya.
Ada yang masih merasakan diri muda belia. Melayan nafsu yang marak menyala padahal kedut dan uban dah tumbuh merata. Sibuk mencari cinta diluar, sedangkan rumah tangga yang halal dibiar berantakan.

Nafsu memang tak pernah tua Ia sentiasa muda, Yang semakin lelah dan tua adalah tubuh dan kudrat kita.
Kalau sekarang kita rasa 35 – 40 tahun atau 70 tahun itu lama, bagaimana setelah alam barzakh atau akhirat juga kita dibangkitkan dan hidup dalam waktu yang sangat lama, SATU HARINYA = RIBUAN TAHUN.

Ingat, ketika itu tak ada yang berguna kecuali amal baik kita. Oleh karena itu, lihatlah diri Anda, sudahkah kita mempersiapkannya. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan lihatlah diri masing-masing apakah yang sudah ia PERSIAPKAN untuk KEHIDUPAN ESOKNYA”. [QS. Al-Hasyr:18]
oleh karnanya kita seharusnya senantiasa beriman kepada Allah, semakin tua maka harus semakin kuat pula keimanan kita.