Hadiah Natal Diberikan Pada Umat Muslim, Ditolak atau Diterima? Begini Penjelasannya
Cari Berita

Advertisement

Hadiah Natal Diberikan Pada Umat Muslim, Ditolak atau Diterima? Begini Penjelasannya

mas irwan
7/26/18

Sumber gambar pegipegi.com

Apa yang kita lakukan jika ada tetangga yang beragama kristen kemudian memberi makanan kepada kita ketika hari Natal? Apakah makanan tersebut diterima atau ditolak? 

Menjawab pertanyaan ini, Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, sebagaimana dikutip dari halaman islamqa, lalu bagaimana menjawab pertanyaan ini?

dikutip dari kiblat.net diperbolehkan bagi orang muslim menerima hadiah dari orang kafir atau memberikan mereka hadiah. Khususnya jika mereka termasuk kerabat. Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Humaid As-Sa’idy, beliau berkata, “Kami berperang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada perang Tabuk, lalu Raja Ailah memberi hadiah kepada Nabi berupa baghlah putih, maka beliau mengenakan padanya burdah…” (HR. Bukhari)


dari Katsir bin Abbas bin Abdul-Muththalib, beliau berkata, “Abbas berkata, ‘Aku ikut perang Hunain bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu aku dan Abu Sufyan bin Al-Harits bin Abdul-Muththalib selalu berada di samping Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sedangkan beliau menunggang baghlah putih, pemberian dari Farwah bin Nufasah Al-Juzami’.” (HR. Muslim)


Jadi begini keterangannnya (menerima hadiah dari orang kafir) juga pernah dilakukan oleh shahabat berdasarkan izin dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada masanya. Ibunya Asma –yang musyrik- mengunjungi puterinya, lalu Nabi mengizinkan Asma untuk menyambung hubungan dengannya. Juga terdapat riwayat bahwa Umar bin Khattab memberikan hadiah berupa pakaian kepada saudaranya yang masih musyrik. Kedua riwayat tersebut terdapat dalam dua kitab shahih.

Kesimpulannya adalah bahwa dibolehkan bagi seorang muslim memberi hadiah kepada orang kafir dan menerima hadiah dari mereka.