Hati-hatilah, Penyakit Inilah yang Membuat Pernikahan Menjadi batal
Cari Berita

Advertisement

Hati-hatilah, Penyakit Inilah yang Membuat Pernikahan Menjadi batal

7/20/18
Sumber gambar thebridedept.com

Dalam literatur fiqih klasik, alasan-alasan yang bisa menjadi dasar hukum dibatalkannya pernikahan disebut sebagai aib pernikahan.

Dikutip dari Imam Abu Suja’ dalam kitab Matan al-Ghâyah wa Taqrîb (Surabaya: Al-Hidayah, 2000), hal. 32, berikut ini beberapa aib nikah yang bisa menjadikan alasan dibatalkannya pernikahan.

وترد المرأة بخمسة عيوب بالجنون والجذام والبرص والرتق والقرن ويرد الرجل بخمسة عيوب بالجنون والجذام والبرص الجب والعنة.

“Seorang perempuan dibatalkan pernikahannya karena lima aib, yakni: gila, judzam, barash, rataq, dan qarn. Sedangkan untuk laki-laki dibatalkan pernikahannya karena lima aib, yakni gila, judzam, barash, al-jubb, dan al-‘anat.”

Dikutip dari nu.or.id Berdasarkan keterangan tersebut bisa dipahami bahwa ada lima macam aib yang bisa menjadikan seorang perempuan batal dinikahi, antara lain:

1. Gila, penyakit gila ini memiliki sifat permanen atau temporal. Hal ini, hilangnya akal diakibatkan penyakit epilepsi, pingsan, atau koma tidak dalam kategori gila.

2. Judzam, adalah sejenis penyakit pada organ tubuh seseorang memerah, kemudian menghitam, dan lama lama organ tersebut bisa terputus. Penyakit seperti ini bisa menyebar pada seluruh organ tubuh.

3. Barash, adalah sejenis penyakit kulit yang membuat kulit menjadi memutih. Dengan memutihnya kulit tersebut merupakan akibat dari matinya sel-sel pada darah kulit.

4. Rataq, adalah kondisi pada alat kelamin seorang perempuan tertutup oleh daging.

5. Qarn, adalah kondisi pada alat kelamin seorang perempuan tertutup oleh tulang.

Bagi seorang laki-laki, juga terdapat lima penyakit yang bisa menjadi penyebab dia ditolak pernikahannya, yaitu:

1. Gila

2. Judzam

3. Barash

4. Al-jubb, adalah kondisi terputusnya alat kelamin pada laki-laki baik seutuhnya ataupun setengahnya.

5. Al-‘anat, adalah kondisi pada alat kelamin laki-laki utuh, akan tetapi lemah akibat kondisi kejiwaan ataupun alasan medis yng lain.


Itulah termaasuk penyakit yang ada pada literatur fiqih klasik bisa mengakibatkan dibatalkannya pernikahan. Wallahu a’lam bi shawab. (Muhammad Ibnu Sahroji)