Hukum Islam Untuk Seorang Yang Merusak Atau Mengganggu Rumah Tangga Orang Lain
Cari Berita

Advertisement

Hukum Islam Untuk Seorang Yang Merusak Atau Mengganggu Rumah Tangga Orang Lain

7/10/18
Related image


Sekarang ini sangat banyak berita tentang perusak hubungan rumah tangga orang lain. Dalam pandangan Islam, berbagai upaya yang dilakukan untuk merusak rumah tangga seseorang adalah haram hukumnya dan bahkan masuk ke dalam jenis dosa besar dalam Islam.

Seperti yang dilansir oleh dalamislam.com adalah khitbah seorang perempuan yang sudah dipinang oleh seorang laki laki saja sudah dilarang untuk mendekati dan merusak seorang wanita dengan suaminya.

Dalam salah satu hadits dikatakan jika Rasulullah SAW bersabda,"Barangsiapa yang merusak seorang pekerja terhadap majikannya maka dia bukan bagian dari kami, dan barangsiapa yang merusak seorang istri terhadap suaminya maka dia bukan bagian dari kami"
(HR. Ahmad dari Abu Hurairah r.a)

Dari penjelasan singkat diatas bisa disimpulkan jika hubungan laki laki dengan perempuan yang statusnya masih suami atau istri orang maka hubungan tersebut sangat terlarang dan bisa berdampak pada status hukum pernikahan dan memperlihatkan ciri ciri istri durhaka terhadap suami.

Image result for hukum islam tentang perusak rumah tangga


Bentuk-Bentuk Gangguan dan Tindakan Merusak Rumah Tangga Orang Lain


Ada berbagai bentuk gangguan yang bisa dilakukan seseorang untuk merusak rumah tangga orang lain dan merusak hubungan antara suami dan istri dan diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Berdoa dan memohon pada Allah SWT agar hubungan dari seorang wanita dengan suaminya bisa rusak dan akhirnya timbul perceraian antara kedua orang tersebut.
  • Berkata kata dengan manis dan melakukan segala cara lahiriah yang baik namun menyimpan maksud merusak hubungan wanita dengan suaminya atau sebaliknya.
  • Memberikan bisikan dan kata kata yang menipu dan memprovokasi sehingga wanita atau pria akhirnya berpisah dari pasangannya dengan iming iming akan dinikahi olehnya atau orang lain.
  • Meminta atau menekan dengan terus terang agar wanita meminta cerai pada suaminya atau sebaliknya dengan alasan yang tidak dibenarkan dalam syariat.
Hukum Islam tentang Merusak Rumah tangga Orang Lain

1. Hukum Ukhrawi
Para ulama’ bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merusak hubungan sebagaimana dimaksud dalam hadîts nabi di atas adalah haram, maka siapa saja yang melakukannya, maka ia mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka.

Bahkan Imam Al-Haitsamî mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar. Alasannya, hadits nabi Muhammad SAW menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara jelas mengkategorikannya sebagai dosa besar.

2. Hukum Duniawi
Jika berbicara tentang hukum duniawi yang akan diterima perusak rumah tangga orang lain maka terbagi menjadi dua hukum yang berbeda, yakni:

Hukum Duniawi I

Jika seorang laki laki merusak pernikahan wanita dan suaminya sampai membuat wanita tersebut meminta cerai dari suami dan suaminya mengabulkan permintaan tersebut, atau laki laki yang merusak hubungan wanita dengan suaminya sampai suaminya marah dan meceraikan wanita tersebut.

Menurut Jumhur ulama, menikahi janda cerai menurut Islam yang dilakukan laki laki perusak rumah tangga dan wanita yang merupakan istri orang lain tersebut haram untuk dinikahi. Namun, ulama Malikiyyah memiliki pandangan berbeda sebab pernikahan tersebut wajib dibatalkan baik sebelum terjadi pernikahan ataupun sesudah terjadi pernikahan. Berikut ini adalah beberapa alasan Malikiyyah mengenai azab wanita perusak rumah tangga orang lain.

  • Supaya dijadikan ancaman untuk kasus lain yang serupa dan bertujuan agar laki laki tersebut tidak merusak rumah tangga orang lain sehingga sebuah pernikahan bisa terjaga dengan baik.
  • Untuk menerapkan hadits dari Nabi Muhammad.
  • Terhitung dalam kaidah fiqih yang menjelaskan jika siapa yang tergesa gesa memperoleh sesuatu sebelum waktunya maka harus dihukum dengan cara tidak mendapatkan hal tersebut dan ini juga berkaitan dengan hukum pernikahan wanita yang ditinggal mati suaminya.

Hukum Duniawi II

Jika seseorang yang merusak rumah tangga orang lain, maka harus mendapatkan hukuman secara global. Berdasarkan pendapat para ulama, jika ada orang yang melakukan perbuatan terlarang tersebut, maka hakim memiliki wewenang untuk menjatuhkan ta’zir berupa hukuman yang diberikan berdasarkan ketentuan hakim atau penguasa. Hukuman tersebut adalah syarat yang tidak lebih dari 40 kali cambukan.

Namun, ada sebagian pendapat lain yang berkata jika orang tersebut harus mendapat hukuman penjara sampai ia bertaubat atau meninggal dan hal ini diyakini oleh sebagian penganut mazhab Hanafi. Sebagian penganut Mahzab Hanbali berpendapat jika hukumannya berupa cambukan keras dan dilakukan di depan umum sehingga bisa dijadikan peringatan untuk orang lain.

Kesimpulan Hukum Merusak dan Mengganggu Rumah Tangga Orang Lain

Jadi dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa jika ada seseorang yang merusak atau mengganggu kehidupan rumah tangga orang lain maka orang tersebut akan mendapatkan dosa besar, dan sudah sangat jelas dalam Islam bahwa perbuatan tersebut sangat dilarang bahkan diharamkan oleh agama Islam.

Jadi buat para orang-orang yang merusak atau mengganggu ingatlah bahwa itu perbuatan dosa yang bisa mendatangkan karma dikemudian hari. Jangan pernah sekali-sekali merebut atau merusak ataupun mengganggu kehidupan orang lain.

Semoga bermanfaat.