Ingin Segala Dosamu Dihapus Oleh Allah, Lakukanlah 7 Amalan Ini
Cari Berita

Advertisement

Ingin Segala Dosamu Dihapus Oleh Allah, Lakukanlah 7 Amalan Ini

7/18/18



Tumpukan dosa yang menumpuk pada diri kita bukan berarti tak bisa dihapus. Macam-macam kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas mampu meleburnya.

Selama dosa tersebut tidaklah dosa yang besar yang menjadikan kekafiran. Sebab kekafiran hanya bisa ditaubati dengan kembali masuk Islam. Dikutip dari islamidia.com berikut ini 7 amalan yang dapat melebur dosa:

1. Taubat

Sebuah kesalahan bisa dilakukan oleh siapa saja. Tak terkecuali ulama' sekalipun. Karenanya, orang yang terbaik bukanlah mereka yang tidak pernah terjerumus dalam kesalahan. Akan tetapi, bagi mereka yang selalu menyadari segala kesalahannya, lalu bertaubat. Dan tidak mau menunda taubatnya walau sedetik pun.

“Langsung bertaubat dari dosa,” tutur Imam Ibnul Qayyim, “merupakan sebuah keharusan yang tak bisa ditunda-tunda. Apabila taubat ditunda, ia akan memunculkan maksiat lagi akibat sebuah penundaan itu.”

Begitu pentingnya taubat ia adalah gerbang menuju ampunan Allah. Ia adalah wujud pengakuan seorang hamba atas dosanya, dan jembatan pengakuan Allah bagi ampunan-Nya. Bertaubatlah yang menjadikan kunci kebaikan untuk menghapus dosa-dosa dari kesalahan seorang hamba. Allah Ta’ala berfirman,

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 70).

2. Sedekah


Setelah pintu ampunan terbuka, ibadah berikutnya yang bisa melebur sebuah dosa adalah sedekah. Baik yang dilakukan secara terang-terangan ataupun secara sembunyi.
Allah berfirman,

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 271).

Rasulullah Saw. bersabda, “… sedekah itu menghapus (melebur) kesalahan dan takwa itu membunuh kesalahan seperti air memadamkan api.” (HR. Thabrani).

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang mempunyai arti benar. Orang yang suka bersedekah merupakan orang yang benar pengakuan imannya.

Dipandang dari syariah, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, baik hukum maupun ketentuan-ketentuan umum lainnya. Hanya saja, jika infak cenderung berkaitan dengan materi, sedekah mempunyai arti lebih luas.

Sedekah menyangkut juga hal yang bersifat non-materi. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah Saw. menyampaikan bahwa jika tidak mampu bersedekah menggunakan harta, maka bacalah tasbih, bacalah takbir, tahmid, tahlil, hubungan suami-istri, atau melaksanakan kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar juga termasuk sedekah.

Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Muslim, Rasulullah Saw. menyampaikan bahwa tersenyum kepada saudara yang lain itu termasuk sedekah.

3. Jihad


Ibadah yang lain dan masih berkaitan langsung dengan harta dan pahala mampu melebur dosa adalah jihad. Jihad di jalan Allah yang dilakukan secara ikhlas dapat melebur dosa. Baik dilakukan dengan harta maupun jiwa.

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ () يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ …
“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan ke dalam surga …” (QS. ash-Shaff: 11-12).

Karenanya, para sahabat Rasul selalu berlomba menyambut seruan jihad. Kendati mereka sudah menginfakkan harta, tetapi itu tak membuat mereka puas untuk tidak ikut berjuang di jalan Allah. Bagi mereka, syahid di jalan Allah merupakan kunci utama untuk mendapatkan ampunan dari Allah.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mati syahid akan diampuni dosanya pada percikan darah yang pertama, dan akan dikawinkan dengan dua bidadari dan akan memberi syafaat tujuh puluh dari anggota keluarganya …,” (H.r. Thabrani).

4. Wudhu


Bagi mereka yang tidak sempat berjihad bukan berarti pintu penghapus dosa telah ditutup. Ibadah sehari-hari yang kita lakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah saw, juga bisa menghapus dosa.

Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Sedangkan shalatnya, jalan menuju masjid adalah amalan tambahan,” (H.r. Muslim dan Nasa’i).”

5. Sholat


Selain itu, shalat merupakan penghapus dosa dari kesalahan seorang hamba. Perumpamaannya orang yang melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam ibarat orang yang di depan rumahnya mengalir sungai dan ia mandi lima kali sehari. Tidak akan ada kotoran yang tersisa.

“Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan melaksanakan shalat, Allah akan melebur kesalahan-kesalahan (hamba-Nya),” penyampaian Rasulullah SAW seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Dalam hadits lain yang telah diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi bahwa Rasulullah saw menegaskan, “Shalat lima waktu, shalat Jum’at menuju Jum’at berikutnya adalah pelebur dosa di antara mereka, selama dosa-dosa besar tidak dilakukan.”

6. Puasa


Ibadah puasa yang dilaksanakan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridha Allah SWT pun bisa melebur dosa.

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah dosanya yang telah lewat.” (HR. Bukhari Muslim).

Apalagi jika puasa Ramadhan diikuti dengan puasa Syawal enam hari setelahnya. “Barang siapa yang puasa Ramadhan dan mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan ibunya,” demikian sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath-nya.

Puasa ayyamul bidh (tiga hari setiap pertengahan bulan hijriyah) juga bisa menjadi pelebur dosa. Dalam Mu’jam al-Kabir-nya Thabrani meriwayatkan, dari Maimunah binti Sa’ad bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Dari setiap bulan tiga hari, siapa saja yang mampu melaksanakannya, maka (pahala) setiap harinya bisa melebur sepuluh kali kesalahan dan dia bersih dari dosa seperti air membersihkan pakaian.”

7. Haji


Kalau ibadah harian (seperti shalat), bulanan (seperti puasa sunnah), atau tahunan (seperti puasa Ramadhan) mampu membersihkan dosa, begitu juga dengan ibadah haji yang diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan haji, lalu tidak berbicara kotor dan tidak fasik, dia akan kembali (diampuni) dari dosanya sebagaimana ia dilahirkan ibunya,” (HR. Bukhari Muslim).

Begitulah Islam dan keutamaan umat Nabi Muhammad SAW. Hari-harinya penuh dengan peluang pahala yang mampu melebur dosa ats kesalahannya.