Jadikan Rumah Tangga Anda Berkah Dengan Melakukan 4 Hal Ini
Cari Berita

Advertisement

Jadikan Rumah Tangga Anda Berkah Dengan Melakukan 4 Hal Ini

7/12/18
Jadikan Rumah Tangga Anda Berkah Dengan Melakukan 4 Hal Ini

Semua orang pasti ingin kehidupan rumah tangganya bahagia, semua ingin keluarga sakinah, keluarga yang penuh berkah.

Namun, bagaimana caranya mewujudkan rumah tangga yang penuh berkah?, ini yang setiap pasangan harus benar-benar meneguhkan tekad yang kuat untuk mewujudkannya.

Sebagaimana sifat agama islam yang sempurna dan bisa diamalkan, mewujudkan rumah tangga yang barokah juga tidak sulit.

Dilansir dari hidayatullah.com Berikut Kunci-kunci untuk memperoleh keberkahan rumah tangga.

1. memastikan setiap kenikmatan yang kita dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ibn Hazm Berkata:"Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah hanyalah musibah."

Hal ini banyak contohnya. Misalnya televisi, ketika pasangan sepakat membeli televisi, pertanyannya sederhana saja, apakah televisi itu dibeli untuk edukasi atau sekedar hiburan.

Jika belum dikaruniai anak, mungkin tidak terlalu repot. Tetapi, kala ada anak, apakah sudah siap menjadikan anak teredukasi dengan adanya televisi di rumah.

Jika ternyata televisi membuat anak kehilangan gairah belajar, bahkan mungkin diri sendiri lalai dari sisi waktu dan menurun produktivitas dari segala sisi, jelas memiliki televisi bukan hal yang penting untuk dipertahankan.

Termasuk memiliki benda-benda lainnya, seperti gadget, motor hingga mobil. Kadangkala ada rumah tangga yang hari-harinya seperti stress karena sibuk memikirkan cicilan yang harus dilunasi. Akibatnya, nikmat yang semestinya membawa kesyukuran justru mengakibatkan keriuhan rumah tangga yang tidak perlu.

2. Memastikan rumah senantiasa diramaikan dengan bacaan Al-Qur'an.

Ada 2 hal mendasar yang ada dalam konteks ini:

1. Memang membaca Al-qur'an

2. Mengajarkan Al-qur'an kepada yang belum bisa baca Al-qur'an hingga membuatnya bisa dan senang membacanya.

Memastikan seluruh anggota keluarganya bisa baca Al-Qur'an dan mendorong agar senang membacanya adalah kewajiban seorang suami.

Sebab, selain mendatangkan pahala dan ketentraman hati, membaca Al-Qur'an dapat melindungi rumah dari gangguan setan.

Dari Abu Hurairah R.A bahwa Rosulullah SAW bersabda:"Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian perkuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim).

3. Senantiasa mengamalkan dzikir di dalam rumah.

Dalam keadaan dan situasi apapun hendaknya pasangan suami istri harus senantiasa dzikir kepada Allah, Sehingga muncul ketentraman hati.

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Rad’u [13]: 28).

Kemudian, lebih lanjut Rasulullah menjelaskan bahwa dzikir menjadikan rumah kita hidup dan bersinar.

“Perumpamaan rumah yang dijadikan sebagai tempat mengingat Allah dan rumah yang tidak dijadikan sebagai tempat mengingat Allah adalah bagaikan perbedaan antara orang yang hidup dan mati.” (HR. Muslim).

4. Hidup dengan tuntunan syariah.

Jika suami pebisnis, pedagang, maka hendaknya mengerti hukum halal haram. Sebab, pedagang yang jujur tempatnya surga, dan pedagang yang curang, tempatnya neraka. Dengan demikian, harta yang masuk ke dalam rumah adalah harta yang secara syariah bisa dipasitkan kehalalalannya. Bukan yang meragukan.

Setiap keluarga harus mendekatkan diri kepada Allah sesuai profesi yang ditekuninya dengan mengacu pada aturan-aturan syariah yang telah Allah dan Rasul-Nya tetapkan. Sebab, tanpa kesesuaian dengan syariah, sebanyak apapun harta, ujungnya tetap membahayakan kehidupan dunia-akhirat kita sendiri.

Di sinilah kita memahami hikmah mengapa di dalam Islam, belajar agama itu (yufaqqihu fiddin) tak pernah kenal batas usia. Status perintahnya wajib hingga ajal menjemput.

Sebab, orang yang cerdas dalam pandangan Islam hanyalah orang yang hidup dengan menahan hawa nafsu dan mempersiapkan hidup setelah mati.

Tentu masih ada langkah lainnya, seperti menjalin silaturrahim, tak pernah lalai untuk bersedekah, membantu sesama dan aktif dalam beragam program amar ma’ruf nahi munkar.

Jika ini semua bisa diupayakan dalam keseharian rumah tangga kita, insya Allah keberkahan hidup akan sangat terasa, dimana kian hari rasa hati kian tentram tunduk dan taat kepada ketentuan Ilahi.