Jangan Remehkan Profesi Ibu Rumah Tangga
Cari Berita

Advertisement

Jangan Remehkan Profesi Ibu Rumah Tangga

7/20/18


Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat datang di Blog Harian Islam bagi para sahabat sekaligus pengunjung setia Blog Harian Islam. Saya selaku pemosting hadir kembali untuk berbagi informasi islami, semoga menginspirasi dan menjadi motivasi aktifitas anda hari ini.

Seringkali kita mendengar wanita menargetkan untuk menikah setelah menyelesaikan kuliahnya atau karir dulu. Para wanita pun tiap kali dibuat bingung mau menentukan kuliah, karir atau menikah dulu.

Karena banyak yang bilang “untuk apa kuliah kalau nanti ujung-ujungnya berakhir di dapur” atau ketika sang wanita sudah menikah banyak yang berkata “untuk apa gelar sarjanamu kalau ga dipakai”.

Perkataan semacam ini seperti meremehkan profesi sebagai ibu rumah tangga, padahal jika kita gali lebih dalam lagi profesi ibu rumah tangga adalah sebuah kemuliaan bagi para wanita.

Agar lebih jelas mari kita simak Kisah Fatimah radhiallahu 'anha saat meminta pelayan tapi ditolak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pernikahan Fatimah az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu Menginjak usia 15 tahun, Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib setelah sebelumnya lamaran Abu Bakar dan Umar untuknya ditolak oleh sang ayah.

Bersama Ali, Fatimah turut menjalani hidup dalam kemiskinan, kelaparan, keletihan, dan derita kehidupan. Bahkan mahar tak seberapa dari Ali yang berupa baju besi untuk perang, ia hadiahkan kembali padanya.

Di dalam hadits yang panjang diceritakan bahwa Fatimah meminta seorang budak wanita di dijadikan pelayan tapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memberikannya.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي لَيْلَى حَدَّثَنَا عَلِيٌّ أَنَّ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا اشْتَكَتْ مَا تَلْقَى مِنْ أَثَرِ الرَّحَى فِي يَدِهَا وَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْيٌ فَانْطَلَقَتْ فَلَمْ تَجِدْهُ وَلَقِيَتْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَأَخْبَرَتْهَا فَلَمَّا جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ عَائِشَةُ بِمَجِيءِ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا إِلَيْهَا فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ أَخَذْنَا مَضَاجِعَنَا فَذَهَبْنَا لِنَقُومَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَكَانِكُمَا فَقَعَدَ بَيْنَنَا حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَ قَدَمَيْهِ عَلَى صَدْرِي فَقَالَ أَلَا أُعَلِّمُكُمَا خَيْرًا مِمَّا سَأَلْتُمَا إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا أَنْ تُكَبِّرَا اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ وَتُسَبِّحَاهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَتَحْمَدَاهُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja‘far telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al Hakam berkata; saya mendengar Ibnu Abu Laila berkata; telah menceritakan kepada kami Ali; bahwa Fathimah Radhi Allahu ‘anha merasa mengeluhkan rasa sakit akibat alat penggiling pada tangannya, saat itu ada seorang tawanan yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka

Fathimah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam namun tidak mendapatinya, malah dia bertemu Aisyah Radhi Allahu ‘anha dan menceritakan keadaan itu kepadanya. Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang, Aisyah mengabari tentang kedatangan Fathimah kepadanya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang, padahal kami sudah berada ditempat pembaringan, kami pun bangun, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tetaplah di tempat kalian berdua!”. Kemudian beliau duduk di antara kami, sampai saya bisa merasakan dingin kaki beliau dengan dadaku. Beliau bersabda;

 “Maukah saya ajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik daripada yang kalian minta. Jika hendak tidur, bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbih tiga puluh tiga kali dan bertahmid tiga puluh tiga kali. Hal itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pelayan.” (HR. Ahmad)

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh