Keras atau Pelan Membaca Al-Qur'an? Beginilah Islam Mengajarkan Kita
Cari Berita

Advertisement

Keras atau Pelan Membaca Al-Qur'an? Beginilah Islam Mengajarkan Kita

7/10/18

Selain sebagai petunjuk manusia dalam kehidupan baik didunia maupun akhirat nanti, membaca Al-Qur’an juga mendapatkan pahala dan keberkahan. Sebab itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an, meskipun tidak memahami makna dan maksudnya.

Saat ini program membaca dan menghafal Al Qur’an sedang populer. Di televisi bahkan rutin diadakan lomba tahfidz. Para penghafal Qur’an pun dapat tampil dan dikenal publik. Selain karena kefasihannya dalam membaca al-Qur’an, para hafidz ini juga memukau karena suara emasnya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an. Sebuah pertanyaan pun muncul ke permukaan, “Bolehkah membaca al-qur’an dengan suara dikeraskan?”

dikutip dari nu.or.id Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa memang ada banyak dalil yang menganjurkan baca Al-Qur’an dengan suara keras, tapi di sisi lain juga ada dalil yang menganjurkan baca Al-Qur’an dengan suara pelan. Lalu mana yang harus diamalkan? Imam An-Nawawi menjelaskan:

قال العلماء والجمع بينهما أن الإسرار أبعد من الرياء فهو أفضل في حق من يخاف ذلك، فإن لم يخف الرياء فالجهر أفضل بشرط أن لا يؤذي غيره من مصل أو نائم أو غيرهما

Artinya, “Ulama berkata, cara mengompromikan dua dalil tersebut adalah membaca Al-Qur’an dengan suara pelan bagi orang yang takut riya itu lebih utama. Sementara bagi orang yang tidak riya, maka mengeraskan suara saat baca Al-Qur’an lebih diutamakan dengan catatan tidak menganggu orang yang shalat, tidur, dan lain-lain.”

Jika dibaca dengan suara keras agar  bacaan itu menyebabkan orang lain tertarik membaca Alquran dan menyebabkan pahala bagi orang yang mendengarnya maka itu lebih baik daripada bacaan yang dipelankan.

Namun, ketika suara keras itu dikhawatirkan riya atau mengganggu orang lain, maka membaca dengan pelan itu menjadi lebih baik. Oleh karena itu, keduanya sama-sama baik selama hal itu sesuai dengan situasi dan kondisi saat membacanya.

Kalau memang dalam kondisi di hadapan orang ramai, lebih baik membaca Al-Qur’an dengan suara pelan agar tidak menganggu ketenangan orang lain, khususnya orang shalat atau sedang istirahat. Tapi apalagi sedang sendirian, lebih baik dengan suara keras karena biasanya lebih fokus dalam membacanya.

Intinya  semua kembali lagi kepada kita, baik itu membaca dengan suara keras ataupun dengan suara pelan itu sama baiknya, tergantung kita menyikapinya pada saat kondisi dan situasi dimana kita akan mengamalkannya.