Mana Yang Harus di Dahulukan Saat Akan Sujud,Tangan Atau lutut? Ini Penjelasannya
Cari Berita

Advertisement

Mana Yang Harus di Dahulukan Saat Akan Sujud,Tangan Atau lutut? Ini Penjelasannya

7/24/18



Sebuah pertanyaan yang kadang masih menjadi sebuah perdebatan dalam pelaksanaan ibadah sholat adalah manakah yang mesti didahulukan, tangan apa lutut ketika akan sujud?

Seperti yang dilansiri dari islamidia.com hal yang pertama mesti kita fahami adalah kedua tata cara tersebut dibenarkan dalam ibadah solat. Pembolehan tersebut didasarkan atas kesepakatan para ulama.

Namun masih saja para ulama berselisih tentang manakah yang lebih utama dari keduanya. Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Majmu Al Fatawa,

“Ada juga solat dengan kedua-dua cara tersebut dibenarkan dengan kesepakatan para ulama, kalau dia mau maka meletakkan kedua lutut sebelum kedua telapak tangan dan kalau mau maka meletakkan kedua telapak tangan sebelum kedua lutut, dan shalatnya sah pada kedua keadaan tersebut dengan kesepakatan para ulama. Hanya saja mereka berselisih pendapat tentang yang afdhal"

Hal yang kedua adalah melihat dari keadaan masing-masing keadaan sehingga tidak boleh dikatakan meletakkan tangan dahulu lebih afdhal ataupun sebaliknya. Ini kerana hadis yang berkaitan menyatakan.

Dikutip dari rubrik Syariah Nahdlatul Ulama, KH Sahal Mahfuz dalam bukunya Solusi Problematika Umat, mengurai persoalan ini secara mendalam. Kiai Sahal menyebut masing-masing amalan terkait sujud memiliki dalil yang sama-sama shahih.

Untuk amalan mendahulukan tangan, dalil yang digunakan merupakan hadis riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i, dari Abu Hurairah RA. Dalam hadis tersebut, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

Jika salah satu dari kalian bersujud, janganlah menderum seperti unta menderum, letakkanlah kedua tangan sebelum lutut.

Selepas ada tambahan hadist berupa, “Hendaklah dia letakkan tangannya sebelum lututnya” Namun ada versi lain yang menyatakan, “Hendaklah dia letakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya”

Melihat hal ini, para ulama berselisih tentang mana yang sahih daripada hadist tambahan tersebut.

Pendapat yang tepat atas kesepakatan ulama adalah kedua tambahan hadist tersebut adalah riwayat goncang atau lemah dan tidak satu pun yang sahih. Dengan begitu hadist yang benar-benar boleh dipertanggungjawabkan hanyalah di bagian awalnya saja.

Secara zahir pelaksanaan hadisT tersebut adalah bahawa umat muslim dilarang mengerjakan sholat dengan turun sujud layaknya unta yang mau menderum. Unta yang menderum mempunyai bentuk yang khas.

Bentuk tersebut adalah boleh mendahulukan tangan dahulu kemudian lutut ataupun mendahulukan lutut sebelum tangan.

Sehingga pemaknaan dari “Janganlah salah satu kalian turun untuk sujud sebagaimana bentuk turunnya unta ketika hendak menderum” adalah ketika hendak sujud, kepala tidak dirundukkan hingga ke lantai seperti unta, sementara posisi punggung masih berada di atas.

Inilah bentuk turunnya unta untuk menderum yang dimaksudkan dalam hadist tersebut agar tidak memberi kesan negatif bagi orang yang mengerjakan ibadah wajib berupa sholat.

Berdasarkan dari beberapa dalil diatas, Pendapat yang paling benar, manakah yang perlu didahulukan sama ada tangan ataukah lutut dulu, ini bergantung pada keadaan masing-masing orang.

Mana yang lebih mudah baginya, itulah yang benar. Ada orang yang badannya berat ketika hendak turun, ada orang yang ringan.