Mencintai Seseorang Beda Agama Sampai Menikah, Bagaimana Hukumnya dalam Islam, Boleh?

Advertisement

Advertisement 970x90px

Mencintai Seseorang Beda Agama Sampai Menikah, Bagaimana Hukumnya dalam Islam, Boleh?

Nikmatul Khicmiyah
7/6/18


Pernikahan beda agama? Bagaimanakah hukumnya menurut Islam? Apakah diperbolehkan? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sering ditanyakan jika berkaitan dengan pernikahan beda agama. Di Indonesia masyarakatnya terdiri dari berbagai macam agama. Namun mayoritas masyarakat Indonesia banyak yang beragama Islam. Tapi apakah wanita muslim boleh menikah dengan laki-laki non muslim? 

Sekarang kita lihat terlebih dahulu persoalan pernikahan beda agama ini dari dua sudut pandang yang berbeda. Yaitu seorang laki-laki muslim yang menikah dengan perempuan non muslim dan sebaliknya, seorang perempuan muslim yang menikah dengan laki-laki non muslim.

Kenapa hukum pernikahan beda agama menurut Islam dibagi menjadi seperti itu? Karena hukum antara keduanya berbeda. Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Hukum Seorang Laki-Laki Muslim Menikah dengan Perempuan Non Muslim


Seperti yang dilansir oleh situs islamedia.web.id seorang laki-laki muslim diperbolehkan dan tidak  diperbolehkan menikahi perempuan non muslim tergantung status perempuan yang akan ia nikahi.

Penjelasannya hukum pernikahan beda agama menurut Islam bagi laki-laki adalah sebagai berikut :
  • Laki – Laki Muslim Menikah Dengan Perempuan Ahli Kitab
Yang dimaksud ahli kitab ialah orang non muslim yang sebelumnya memang sudah mendapatkan kitab sebelum diturunkannya Al – Quran. Para ulama sudah membuat kesepakatan dengan adanya kitab Injil dan juga Taurat. 

Dalam hal ini, Islam membolehkan pernikahannya. Dasar dari hukum ini adalah yang terdapat pada Al Quran Surat Al Maidah ayat 5 yang artinya:

 “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”

  • Lelaki Muslim Menikah dengan Perempuan Bukan Ahli Kitab
Yang dimaksud bukan ahli kitab ialah Agama yang pedoman (kitabnya) bukan diturunkan langsung oleh Allah Swt, tetapi disusun dan dibuat oleh para manusia itu sendiri. Dasar dari hukum ini terdapat pada Al Quran Surat Al Baqarah ayat 221 yang artinya :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

Jadi lebih baik bagi laki-laki muslim untuk menikah dengan perempuan muslim juga. Atau perempuan non muslim tersebut masuk islam terlebih dulu apabila ingin dinikahi.

Hukum Perempuan Muslim yang Menikah dengan Laki-Laki Non Muslim



Pernikahan yang dilakukan oleh perempuan muslim dengan laki-laki non muslim sudah sangat mutlak diharamkan oleh agama Islam. 

Namun jika seorang perempuan muslim tersebut tetap saja memaksakan kehendaknya sendiri untuk menikahi lelaki yang statusnya tidak seiman dengannya, maka sebagaiamana yang sudah dijelaskan dalam firman Allah Swt, apapun yang mereka perbuat selama menjalani hidup bersama – sama sebagai suami istri sama halnya  dianggap sebagai suatu perbuatan zina.

Kesimpulan Hukum Pernikahan Beda Agama Menurut Islam




Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pernikahan beda agama tidak dianjurkan dalam islam bahkan di haramkan. Lebih baik kita menikah dengan sesama muslim. Sebab syarat utama dalam mencari pasangan adalah agama dan akhlaknya. Dengan begitu kehidupan rumah tangga akan menjadi  sakinah, mawaddah dan rahmah.