Obat Paling Mujarab Ketika Jatuh Cinta, Apakah Itu?
Cari Berita

Advertisement

Obat Paling Mujarab Ketika Jatuh Cinta, Apakah Itu?

7/10/18
Image result for obat jatuh cinta menurut islam

Jatuh cinta adalah suatu anugerah paling indah dari Allah. Setiap manusia pasti pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Sebagai seorang manusia, sudah menjadi fitrahnya seorang wanita Muslimah memiliki perasaan suka atau cinta kepada lawan jenisnya. Karena Allah telah menganugerahkan perasaan tersebut kepada setiap manusia. Tapi jangan terlalu berlebihan jika mencintai seseorang.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Syafi'i yang artinya "Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang. Maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangi kamu daripada perkara tersebut. Agar kamu kembali berharap hanya kepada-Nya".

Dari hadist tersebut menjelaskan bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Jatuh cintalah karena Allah. Karena Allah lah Yang Maha membolak-balikkan hati hamba-Nya.

Islam tidak melarang seorang muslim dan muslimah untuk jatuh cinta, namun Islam memberikan langkah untuk mengekspresikan cinta secara benar yang mana cinta itu nantinya akan mendatangkan cinta ilahi. Islam mempunyai obat yang paling mujarab untuk mengobati orang yang sedang dilanda jatuh cinta yaitu dengan menikah.

Image result for wedding muslim


Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Majah yang artinya "Kami tidak melihat ada solusi bagi sepasang insan yang saling jatuh cinta selain menikah".

Seperti yang dilansir oleh situs wasatha.com menikah dapat mendatangkan keberkahan, mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah, mendapat ridho Allah dan menjalankan sunah rasul serta menyempurakan sebagian agama, serta pernikahan juga mendatangkan rezeki yang melimpah dari Allah SWT.

Seperti yang dikatakan hadist berikut “Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Poin terpenting terakhir adalah bagaimana kita mengelola perasaan cinta yang muncul, jika semua yang muncul kita landaskan pada harapan akan ridho Allah maka Allah juga akan membantu kita mengelolanya.

Semoga kita dapat terhindar dari pacaran dan dipermudahkan untuk menikah dan mendapatkan jodoh.