Orangtua Wajib Mengajarkan Tauhid Pada Anak! Inilah Tahapan Mengajarkan Tauhid Pada Anak

Advertisement

Advertisement 970x90px

Orangtua Wajib Mengajarkan Tauhid Pada Anak! Inilah Tahapan Mengajarkan Tauhid Pada Anak

7/11/18


Menanamkan Tauhid Pada Anak

Tauhid adalah suatu hal dasar yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Dengan adanya tauhid dalam hatinya, maka seseorang telah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya Tuhan yang patut disembah. 

Oleh karena itu, sebagai orangtua kita wajib memberikan pemahaman mengenai tauhid pada anak. Tentunya dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak. Seperti yang dikutip dari rumah-benqi.net-MasyaAllah, tugas besar bagi orangtua untuk mengenalkan tauhid pada anak-anak. 

Tauhid yang menghujam kedalam dada anak-anak. Tauhid yang menjadi landasan berpikir dan bertindak anak-anak kelak.

Di dalam islam, jika diibaratkan pohon, ketauhidan adalah sesuatu yang tidak tampak karena tertanam di dalam tanah. Tauhid bagaikan akar yang jika tidak menghujam dengan kuat, maka pohonnya akan rentan. Semakin rimbun dan tinggi pohon, akan semakin berat bagi akar untuk menopangnya.

Firman Allah SWT,
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit" (QS. Ibrahim 24) 

Tauhid ibarat pondasi dimana diatasnya akan dibangun ibadah-ibadah, tiang-tiang agama, yang akan membentuk akhlak dan karakter. Maka itu, penanaman tauhid harus sejak dini. Pembiasaan ibadah juga harus sejak dini.

Menurut Imam Al Ghazali, menanamkan tauhid melalui tahapan berikut ini : 

1. Al Hifdz (Menghafalkan)

Tahapan yang pertama ini adalah dengan menghafal biasanya dengan cara mentalqin, yaitu membacakan berulang-ulang hingga anak hafal dan bisa mengucapkannya. Tahapan pertama ini bisa dilakukan sejak dini yaitu sejak anak bisa berbicara. bila sudah hafal, lalu masuk ke pemahaman. Semua harus berurutan, bukan berbarengan. Ketika anak sudah hafal, cobalah memahami secara perlahan.. kalau belum hafal, jangan lanjut ke pemahaman. Kalau bisa orangtua ikut menghafal bersama anak. Jadi belajar bersama membentuk ketauhidan yang benar sekeluarga. Meyakini tauhid dan mengerjakan ibadah secara tawakal, dapat menguatkan satu sama lain

2. Al Fahm (Memahami)

Tahapan yang kedua ini adalah tentang dengan membiasakan anak dengan aktifitas ibadah seperti sholat, tilawah Al Qur'an dan tafsirnya, duduk di majelis, dsb. Pemahaman akan hafalan anak yang tadi akan bersemi sejalan dengan anak melakukan ibadah secara rutin, adanya dialog iman dengan anak, mendengarkan kisah orang-orang soleh, menggali hadist dan tafsir quran.

3.Al I’tiqod (Ikatan)

Al i’tiqod atau ikatan yang benar. Tahapan yang ketiga ini adalah memahami mana aqidah yang baik dan mana aqidah yang buruk agar dapat membedakan dan menjauhinya.

4. Al Iqon (Keyakinan)

Tahapan yang keempat ini adalah keyakinan Allah akan semakin terbentuk, yang berujung pada perilaku tashdiq atau membenarkan

5. At Tashdiq  (Membenarkan)

Tahapan yang kelima adalah membenarkan sesuatu sebagaimana adanya dengan yang dibenarkan tersebut, baik Nabi atau yang lainnya.

Agar anak berinteraksi baik dengan Allah SWT :
1. Menghidupkan fitrah
2. Mengenalkan kenikmatan Allah
3. Muroqobatullah
4. Melatih anak pada ibadah-ibadah wajib
5. Mengenalkan anak pada syurga dan neraka
6. Membacakan kisah-kisah teladan

Bersemangat dalam menyampaikan dakwah tauhid. Tentu saja, anak merupakan buah hati jangan sampai terlupakan untuk diajari tentang tauhid. Tanamkan iman didalam dadanya, semoga sang anak tumbuh menjadi insan yang shalih shalihah serta senantiasa mentauhidkan Rabb-nya. Amiin.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amiin. InsyaAllah.