Pengaruh Dunia Modern Terhadap Anak, Beginilah Peranan Orang Tua Yang Wajib Dilakukan
Cari Berita

Advertisement

Pengaruh Dunia Modern Terhadap Anak, Beginilah Peranan Orang Tua Yang Wajib Dilakukan

7/20/18

Anak adalah sebuah anugerah yang berikan oleh Allah kepada manusia. Ia tidak minta dilahirkan dan tidak bisa memilih mempunyai orang tua kaya atau miskin, tetapi karena orang tuanya lah anak hadir ke dunia. Anak adalah amanah yang harus dijaga dan dididik agar bisa tumbuh menjadi manusia dewasa yang membanggakan dan berhasil menjadi manusia yang ditakdirkan menjadi pemimpin di manapun ia berada dan membanggakan kedua orang tuanya.

Anak dan orang tua adalah kesatuan yang tak bisa dipisahkan, karena orang tua menjadi penentu keberhasilan anak-anaknya itu sukses atau tidak. Bukan hanya pendidikan, nilai-nilai yang dimiliki kedua orang tua dan ditanamkan kepada anak-anak adalah bekal anak bagi kehidupan mereka untuk berada di tengah-tengah masyarakat dan hidup di zaman yang semakin hari semakin modern dan penuh tantangan. Tantangan-tantangan inilah yang harus dihadapi antara anak dan orang tua.
Kehidupan Anak-anak yang Lahir di Era Digital dan Media Sosial

Teknologi yang semakin berkembang bukan hal yang harus ditakuti atau dihindari, tetapi menjadi peluang jika bisa memanfaatkannya dengan bijak. Seperti facebook, twitter, instagram, youtube dan berbagai media sosial lainnya yang sanggup mengubah dunia hanya dalam satu kali klik.

Anak-anak yang hidup di era digital dan media sosial seperti saat ini jelas berbeda dengan anak-anak yang lahir, besar serta tumbuh tanpa teknologi. Sehingga orang tua pun harus cepat beradaptasi dan banyak belajar untuk mendidik anak-anak mereka. Kini, bukan hanya orang-orang kaya saja yang bisa memiliki dan mengaksesnya, mulai dari kalangan bawah, menengah hingga kalangan atas bebas mengaksesnya.

Pengaruh Digital dan Media Sosial pada Anak
Maraknya kasus pelecehan seksual tidak terlepas dari tanggung jawab anak itu sendiri, orang tua, masyarakat sekitar, pemerintah bahkan peranan media digital dan media sosial. Semuanya memilki peranan masing-masing. Selain karena ketidaktahuan si anak itu sendiri, anak yang lepas dari pengawasan orang tua ketika memainkan gadget dan media sosialnya menjadi salah satu penyebab yang lebih dominan.

Mereka jadi sangat mudah mengakses apapun yang diinginkan, tanpa ada yang melarang dan mengawasi. Dengan berbagai kebebasan tersebut, anak-anak jadi hilang kendali bahkan bisa melakukan lebih jauh dari apa yang dibayangkan. Hal itu terbukti ketika banyak anak-anak yang juga seorang pelajar menjadi pelaku kejahatan seksual tersendiri.

Media televisi pun tak luput dari perhatian. Akibat sering memberitakan terus menerus tentang pelecehan seksual, alih-alih membuat masyarakat waspada, yang terjadi justru kebalikannya, masyarakat jadi lebih trauma dan ketakutan. Bahkan menjadi contoh sehingga banyak masyarakat yang jadi ikut-ikutan melakukan hal serupa.

Disinilah pemerintah seharusnya memberikan perhatian yang lebih serius. Selain memberikan hukuman yang layak, pemerintah juga harus memperhatikan sisi lainnya. Jika dengan adanya pemberitaan malah membuat masyarakat semakin resah dan berdampak negatif, maka harus segera diberi tindakan agar tidak lagi ada korban yang berjatuhan.

Disinilah peranan Orang tua Adalah Benteng Pertama

Bekali Diri dengan Ilmu
Disini Orang tua perlu belajar Bagaimana memberikan nilai-nilai mengendalikan diri dari hal-hal negatif yang bersifat merusak tumbuh kembang anak. Tentu tidak mudah memang, karena butuh proses agar anak paham serta sadar akan nilai pengendalian diri. Tetapi tentu bukan menjadi sulit, jika para orang tua secara sadar harus memberikan nilai-nilai yang bermanfaat untuk kehidupan anak-anaknya kelak.

Pendidikan yang berawal dari rumah selalu lebih efektif dibandingkan apapun. Dari rumahlah semua nilai diberikan. Orang tua harus dengan sadar mendidik anak-anaknya agar anak tersebut mengerti pentingnya pengendalian diri. Orang tua perlu menanamkan nilai-nilai agar berguna bagi masa depan anak tersebut.

Ketika orang tua menjadi pendidik pertama sebelum yang lainnya. Orang tua menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Dengan peranan ini, orang tua dituntut memiliki bekal nilai-nilai yang nantinya akan diwariskan kepada anak. Maka orang tua haruslah pandai, mereka harus belajar agar bisa mendidik anak-anaknya dengan baik.

Selain peran pemerintah juga ikut memfasilitasi para orang tua dengan pendidikan yang mumpuni untuk menghadapi anak-anaknya, apapun keadaannya, orang tua harus mau membekali dirinya dengan ilmu agar anak-anaknya kelak menjadi orang yang membanggakan, berguna bagi bangsa, agama dan negaranya.

Awasi Anak-Anak Saat Bermedia Sosial
Peranan orang tua dalam mengawasi anak-anak saat bermedia sosial atau menggunakan gadgetnya sangatlah penting. Orang tua harus siap mendampingi anak-anaknya untuk mengarahkan cara bermedia social yang positif.

Pengawasan ini juga menjadi bentuk tanggung jawab orang tua agar anak-anak tidak salah langkah atau bahkan mencari tahu hal-hal yang belum waktunya anak mengetahuinya. Selain pengawasan yang ketat, orang tua juga bisa memasang pengamanan dalam media bersosial. Saat ini sudah banyak aplikasi khusus yang diperuntukkan orang tua dalam mengawasi anak-anaknya.

Hal terpenting dari penyelamatan moral anak-anak sebagai generasi penerus bangsa adalah kerjasama dari berbagai pihak, baik itu pemerintah, instansi, organisasi sosial masyarakat, orang tua, dan dari anak-anak itu sendiri.

Anak-anak adalah para penerus, calon pemimpin bangsa di masa mendatang. Tentu, pendidikan moral dan karakter yang ditanamkan sejak dini akan berdampak ketika mereka sudah dewasa dan memiliki kapabilitas serta kekuatan karakter kepemimpinan untuk memimpin bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.