Rahasia Dalam Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga, Sudah Jarang Dilakukan Suami Istri

Advertisement

Advertisement 970x90px

Rahasia Dalam Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga, Sudah Jarang Dilakukan Suami Istri

7/6/18



Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Dalam Pandangan Islam


Memiliki rumah tangga yang harmonis memang harapan bagi setiap insan dalam membina rumah tangga.

Setiap insan yang sudah maupun yang akan berumah tangga, pasti menginginkan bahwa nanti hubungan rumah tangganya berjalan dengan harmonis dan menjadi Keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah.

Seperti yang dikutip dari dalamislam.com-Berumah tangga artinya terdapat dua kepala (suami dan istri), maka keduanya harus saling memahami dan melengkapi sehingga terbina Keluarga Harmonis.

Perlu kita pahami bahwa tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah untuk mencapai Ridho Ilahi agar selalu berada di jalan yang lurus menuju surga-Nya.

Dalam kehidupan berumah tangga, setiap istri tentu saja mendambakan suami yang selalu membimbingnya dan senantiasa mengajaknya berjalan lurus agar selalu menuju kebenaran.

Seperti penjelasan yang dikutip dari fanind.com-Karena itulah banyak diantara wanita yang memilih pria yang dalam kehidupannya mengutamakan Allah SWT, dengan begitu sang pria diharapkan bisa menjadi imam terbaik dalam di dalam rumah tangganya.

Apabila hidup memiliki tujuan dan saling menjaga hubungan, maka rumah tangga akan terasa aman dan nyaman.

Lalu, Apakah Rahasia Dalam Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam?  

Rahasia Dalam Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga menurut Islam Dapat Kita Teladani Melalui penjelasan Berikut Ini :  

1. Niat Yang Baik

Dalam berumah tangga tanamkan niat baik bahwa tujuan utama pernikahan dalam Islam merupakan semata mata bahwa menjalani kehidupan berumah tangga untuk mencapai Ridho Ilahi agar selalu berada dalam jalan yang lurus mencapai kebenaran.

2. Membiasakan Sholat Tepat Waktu Berjamaah Dan Membaca Al-Qur'an

Tentu saja seorang suami wajib memastikan seluruh anggota keluarganya terbiasa sholat tepat waktu berjamaah dan membaca Al-Qur’an. Sebab, membiasakan sholat tepat waktu berjamaah dan membaca Al-Qur’an tidak saja mendatangkan pahala dan ketentraman hati, tetapi sekaligus memastikan rumah aman dari gangguan setan.

3. Senantiasa Mengamalkan Dzikir Didalam Rumah

Kala di rumah tiba-tiba hati menjadi gelisah, dada terasa sempit karena muncul hal tiba-tiba dan tidak sesuai harapan. Dalam situasi apapun, hendaknya pasangan suami istri senantiasa dzikir kepada Allah, sehingga lahir ketentraman hati.

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Rad’u,13: 28).

4. Jadikan Rumah Sebagai Pencegahan Diri Dan Keluarga Dari Api Neraka.

Artinya, jangan sampai rumah menjadi sarana diskusi dan komunikasi suami-istri dan anak dalam hal yang mengundang murka Allah Ta’ala.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(Q.S. At-Tahrim: 6).

5. Saling Memahami

Latar belakang maupun lingkungan tempat pasangan tumbuh mungkin berbeda dengan diri sendiri. Sebagai suami/istri yang baik hendaknya dapat mengerti bahwa hal tersebut tidaklah seharusnya memengaruhi dalam berperilaku atau interaksi dalam rumah tangga, apalagi sampai mempengaruhi dalam pengambilan keputusan untuk suatu tindakan. Kewajiban dalam rumah tangga bagi suami/istri yaitu saling memahami keadaan yang demikian demi mencapai keselarasan dalam berumah tangga.

6. Jujur Satu Sama Lain

Dalam kehidupan berumah tangga tidaklah luput dari yang namanya perbedaan pendapat dan ketidaksinambungan dalam berbagai hal. Kunci rumah tangga harmonis yaitu saling memahami satu sama lain dan harus bisa bersikap terbuka dan jujur akan apa yang dipikirkan dan hendak dilakukan. Kejujuran merupakan pondasi penting dalam membangun rasa kepercayaan satu sama lain.

7. Saling Menghormati

Tiap individu merasa perlu untuk dihormati dan dihargai, termasuk bagi pasangan suami istri. Istri diwajibkan untuk taat dan mematuhi suami, dengan kata lain ia juga harus menghormati suami selaku kepala keluarga. Begitu pula dengan suami harus menghormati istri. Sehingga tercipta rasa saling menghargai satu sama lain.

8. Berusaha Menyenangkan Pasangan

Menyenangkan pasangan ada berbagai cara, termasuk saat istri berdandan cantik (yang memang seharusnya dilakukan hanya untuk suami) dan memasakkan makanan kesukaan suami, atau suami yang memuji masakan istri karena pada dasarnya manusia memang senang ketika mendapat pujian.
Maka, saling memujilah satu sama lain namun agar bisa saling saling menyenangkan. Terutama apabila memuji dilakukan dihadapan orang lain misalnya keluarga atau teman dengan menyebut kebaikan suami/istri. Memprioritaskan satu sama lain guna menumbuhkan rasa sayang cinta di antara pasangan.

9. Mencari Solusi Bersama

Menikah berarti membangun hidup bersama, saling berbagi satu sama lain, begitu juga ketika ada masalah atau konflik dalam keluarga yang melanda harusnya dibicarakan berdua agar menemukan solusi bersama. Suami atau istri adalah partner dalam berbagai hal. Bahkan jika hanya masalah kecil saja, tidak ada salahnya untuk meminta pendapat pada pasangan untuk menemukan penyelesaian. Dengan begitu, hubungan antar suami istri akan semakin erat.

10. Qana’ah

Yang namanya hidup berumah tangga, artinya harus berusaha mandiri demi mencukupi kebutuhan bersama-sama. Jangan membandingkan dengan keadaan ketika sebelum menikah yang apa-apanya saja bisa didapatkan dari orang tua atau oleh pendapatan sendiri.

11. Toleransi, Solidaritas dan Kepedulian

Tidak benar untuk menuntut kesempurnaan dari suami maupun istri karena pada dasarnya manusia tidaklah ada yang sempurna (kesempurnaan hanya milik Allah SWT). Baik suami maupun istri pasti tidak luput dari yang namanya berbuat kesalahan. Oleh sebab itu, penting untuk memiliki rasa toleransi demi menghindari kesalahpahaman.

12. Memanggil Dengan Panggilan Sayang

Berpedoman pada Rasulullah SAW ketika beliau memanggil Aisyah RA dengan sebutan Humaira, yang artinya Merah Delima. Tiada salahnya jika suami juga memberikan panggilang kesayangan pada istri seperti halnya yang dilakukan oleh Rasulullah SAW tersebut. Istri pun juga bisa melakukan hal yang sama terhadap suami. Karenanya, pilihlah panggilan yang memang benar-benar baik dan pasangan juga menyukainya.

Yang perlu diingat bahwa surga seorang istri itu ada pada Ridho suami, dan seorang suami harus menjadi pemimpin sejati dalam keluarga untuk mengarahkan istri dan anak-anaknya menuju jalan yang lurusuntuk mencapai Ridho Ilahi. Semoga catatan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Insya Allah.