Tebarkanlah Salam ! Karena Salam Bagian Dari Do'a
Cari Berita

Advertisement

Tebarkanlah Salam ! Karena Salam Bagian Dari Do'a

7/11/18


Ucapan salam merupakan ungkapan doa dari seseorang agar orang yang diberi ucapan salam mendapatkan keselamatan, kasih sayang Allah Swt dan keberkahan dalam hidupnya. Keselamatan mencakup keselamatan jiwa dari gangguan maupun keselamatan raga dari kecelakaan dan musibah lainnya.

Oleh karena itu agama Islam menganjurkan mengucapkan salam kepada sesama muslim ketika saling bertemu, Dan ketika akan berpisah bahkan ketika berada saling berjauhan dengan cara berkirim salam lewat sosial media.

Seperti yang dikutip oleh bacaanmadani.com Hukum mengucapkan salam adalah sunnah, sedang menjawabnya adalah wajib. Jika bersama orang banyak maka hukum mengucapkan salam sunah kifayah dan menjawabnya wajib kifayah. Artinya jika salah satu dari rombongan sudah mengucapkan atau menjawab salam maka sudah cukup mewakili bagi lainnya. Tidak perlu setiap orang dari rombongan itu mengucapkan salam atau menjawab salam.

Adapun adab atau etika salam adalah sebagai berikut ; 

1. Yang lebih muda hendaklah memberi salam kepada yang lebih tua sebagai penghormatan kepadanya. 

2. Orang yang lewat memberi salam kepada yang duduk, orang yang berkendaraan memberi salam kepada pejalan kaki, dan orang yang lebih sedikit memberi salam kepada orang yang lebih banyak, karena yang lebih banyak itu lebih utama, orang yang masuk bersalam kepada orang yang sudah ada di dalam ruangan.

3. Salam hendaklah diucapkan dengan kata jamak, meski yang diberi salam hanya seorang, dengan lafal : "Assalamu'alaikum warahmatullai wa barakatuh." Tujuannya agar salam tersebut juga meliputi malaikat. Namun bila dengan kata tunggal pun tidak mengapa, seperti kalimat “salamu ‘alaika” atau “Salamun'alaika” dengan menggunakan isim nakirah. Yang menjawab dengan menggunakan wawu ‘athaf ( yang berarti dan) dengan mengatakan : “Wa'alaikum salam”.

4. Salam hendaknya didengar oleh orang yang dituju. Apabila ia tidak mendengar, maka yang mengucapkan belum mengamalkan kesunnahan.

5. Apabila kita memasuki suatu tempat yang disana terdapat orang yang sedang tidur dan terjaga, maka ucapkanlah salam yang bisa didengar oleh yang terjaga saja, dan jangan membangunkan orang yang sedang tidur.

6. Berjabat tangan ketika bertemu dengan mengeratkan telapak tangan,

7. Kepada orang yang alim disunnahkan mencium tangan karena kealimannya, bukan karena kekayaan atau jabatannya. Jika mencium tangan seseorang karena kekayaan atau jabatannya maka hukumnya makruh, tidak dianjurkan namun tidak sampai berdosa.