Tips Cara Meminta Maaf Yang Baik
Cari Berita

Advertisement

Tips Cara Meminta Maaf Yang Baik

7/26/18


Permintaan maaf tidak perlu menunggu lebaran apabila kita punya kesalahan terhadap sesama bergegaslah meminta maaf . Permintaan maaf merupakan ungkapan penyesalan kesalahan yang kita perbuat, dan berfungsi sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan setelah  terjadi kesalahan. Pemberian maaf terjadi ketika orang yang merasa disakiti tergerak hatinya untuk memperbaiki hubungan dengan orang yang telah menyakitinya. Untuk menghindari penolakan dari permintaan maaf, ada lima cara yang dapat kita lakukan.

Namun ingat, lima cara ini bukanlah jaminan bahwa kita akan dimaafkan. Lima cara ini hanyalah bentuk usaha keras kita untuk memperbaiki keadaan dan mendapatkan kepercayaan kembali. Apa saja? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Akui Kesalahanmu

Hal yang harus kita pahami adalah: kita tidak bisa menuntut dimaafkan oleh orang lain. Sepenuhnya, hal tersebut adalah hak dan pilihan bagi orang yang kita mintai maaf. Namun, apabila kita ingin dimaafkan, cara kita memohon maaf akan memberikan perbedaan yang signifikan. Mulailah dengan mengakui kesalahan kita. Pengakuan akan memberikan harapan kepada orang lain bahwa kita tidak akan membuat kesalahan yang sama. Sulit memang, tetapi mengenali dan mengakui kegagalan akan membuatmu dapat meminta maaf dengan jujur dan tulus.

2. Jelaskan Kesalahan Dan Bertanggung Jawab

Bagaimanapun kita pasti memiliki latar belakang di balik kesalahan yang Ladies lakukan. Jelaskanlah apa yang terjadi dan mengapa kita melakukan kesalahan tersebut. Ingat, kita harus mengakuinya dengan jujur dan jangan mengubahnya menjadi alasan. Kemudian, ambil tanggung jawab penuh atas tindakan kita tersebut, dikutip dari meramuda.com

3. Perlihatkan Penyesalan Yang Tulus

Saat tindakan kita melukai seseorang, ia pasti akan melalui pergolakan emosi. Siapapun ‘korban’ dari tindakan kita, jangan pernah mengabaikan perasaannya. Untuk mampu meminta maaf pada mereka, kita harus menunjukkan penyesalan yang tulus. Pahami perasaannya, tempatkan diri kita pada posisi, dan ketahui mengapa ‘korban’ merasa terluka. Dengan berempati, kita akan mengerti apa yang sedang ‘korban’ rasakan. kita harus benar-benar jujur dan jangan pernah berpura-pura. Jika kita berpura-pura, orang-orang akan mengetahuinya secara langsung loh.

4. Janjikan Perbaikan (dan tepati janji tersebut)

Setelah kita memperlihatkan bahwa kita mengetahui dan memahami kesalahan kita, menjelaskan motivasi di balik tindakan kita, dan memperlihatkan penyesalan, maka ini saatnya untuk fokus memperbaiki kesalahan. Apa yang akan kita lakukan untuk mencegah kejadian yang sama terulang di masa depan? kita harus menjamin bahwa kita tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Ingat, janji harus ditepati ya,karena janji adalah hutang.

5. Biarkan Korban Marah

Meminta maaf ternyata sangat sulit dilakukan ya. Namun ingat, memaafkan ternyata jauh lebih sulit untuk dilakukan. Saat seseorang benar-benar terluka, ia akan sangat sulit untuk bersikap biasa saja. Hal tersebut diakibatkan oleh dua hal, yaitu ego dan hilangnya kepercayaan.

kepercayaan adalah hal yang sangat sensitif. Jika kita merusaknya satu kali saja, maka akan sulit mendapatkannya kembali. Apabila kita mengkhianati kepercayaan orang lain, setiap kali melihat kita, mereka akan mengingat kesalahan yang sudah kita lakukan. Menyakitkan, bukan? Oleh sebab itu, kita harus membiarkan ‘korban’ mengekspresikan emosinya.

Mungkin saja ia tidak akan langsung memaafkan kita. Tidak apa-apa, kita harus menerimanya. kita cukup melakukan permintaan maaf dengan jujur da sungguh-sungguh dan membiarkan ‘korban’ mengambil keputusannya sendiri. Memang langkah ini tidak menjamin bahwa kita akan dimaafkan, tetapi yang pasti, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa.

Ingat pula, bersabarlah saat meminta maaf. Jangan menuntut ‘korban’ untuk memaafkan kita. Apabila luka yang kita sebabkan sangatlah besar, ‘korban’ akan membutuhkan waktu untuk menyembuhkan diri. Di sinilah permintaan maaf yang tulus akan menjadi langkah penting untuk memperbaikinya.