Tetaplah Bersyukur Meski Diri Sendiri Bukanlah Milik Kita
Cari Berita

Advertisement

Tetaplah Bersyukur Meski Diri Sendiri Bukanlah Milik Kita

7/18/18

Dunia ini mengajarkan kita banyak hal. Terutama untuk sesuatu yang sebenarnya tidak ada yang benar – benar menjadi milik kita. Ketika semua ambisi menguasai diri untuk memiliki apapun yang kita ingin, nyatanya tak semuanya yang benar – benar dimiliki akan terus kita miliki. Ya, dunia ini hanya sementara, begitu juga dengan kita. Dunia ini hanya tempat persinggahan, hanya tempat berpetualang yang akhirnya akan menemukan tempat peristirahatan yang sesungguhnya.

Apakah arti memiliki? Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami


“Cinta tidak harus memiliki”. Inilah pepatah yang bisa menegarkan setiap manusia ketika dia tidak berhasil memiliki sesuatu.

Lepaskanlah, jika memang Tuhan berkenan untuk mengizinkan kita memilikinya walau sementara, maka tidak akan ada yang mampu menjauhkannya dari kita. Tuhan pasti akan mendekatkan, percayalah.

Apalah arti kehilangan? Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan.



Kehilangan bahkan membuat kita menemukan. Kehilangan bahkan membuat kita tersadar. Jika justru yang hilang tersebut yang selama ini membuat kita kehilangan banyak hal.

Sesuatu yang masih kita miliki pastinya akan sangat disayangi, dijaga, dilindungi, supaya tidak hilang. Tetapi ketika sesuatu itu hilang entah kemana, kita malah murka, sedih, bahkan merusak diri sendiri karena rasa kecewa itu berhasil menghilangkan akal sehat kita.

Apalah arti cinta? Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?

Cinta itu adalah sesuatu yang bisa membuat semangat berkibar atau bahkan sebaliknya, menjadikan seseorang terhempas bagai ombak yang hanya menyisakan busa airnya.

Cinta, sejatinya adalah perasaan yang sangat sulit digambarkan, hanya bisa dirasakan.

Bersyukurlah selagi cinta itu masih ada




Bersyukurlah selagi cinta itu masih ada. Kita tidak tahu bagaimana penderitaan orang – orang yang sudah kehilangan akal sehatnya yang bahkan tidak bisa mencintai dirinya sendiri. Belum lagi, orang – orang yang rela mengorbankan apapun demi kepuasan dunia semata yang bahkan rela merusak tubuhnya sendiri.

Jangan pernah berpikir untuk melakukan hal yang salah atas nama cinta. Dosa terindah? Apakah kalian akan menggunakan kata “dosa terindah” sebagai sebuah kebanggaan atas munculnya perilaku busuk tersebut? Naif sekali.

Nikmatilah setiap proses dalam cinta yang perlahan mulai terbentuk dari hari ke hari. Syukuri rasa cinta yang muncul itu menjadi sesuatu yang membanggakan. Tetapi kamu juga harus ingat bahwa sebaik- baik cinta adalah pernikahan.