Wahai Istri, Dahulukanlah Hak Suamimu Daripada Orang Tuamu!
Cari Berita

Advertisement

Wahai Istri, Dahulukanlah Hak Suamimu Daripada Orang Tuamu!

7/9/18
Dahulukan Hak Suami Daripada Orang Tua


Sering terjadi kasus, orangtua perempuan baik bapak atau ibunya menuntut kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berseberangan dengan keinginan suaminya sendiri.

Ini sering menjadi dilema dan masalah berat bagi sebagian wanita. Manakah hak lebih didahulukan antara hak orangtua dan suami, tatkala perempuan sudah menikah. Pada saat seperti ini, mana harus lebih didahulukan oleh seorang muslimah?

Apabila ketaatan kepada suami berseberangan dengan ketaatan kepada orangtua, seperti dikutip dari ustadaris.com, maka bagi seorang perempuan (istri) muslimah, wajib mendahulukan ketaatan kepada suaminya.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا ».

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR Tirmidzi no 1159, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami dari pada orang tuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Seorang perempuan jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya dan mentaati suami itu lebih wajib dari pada taat orang tua” (Majmu Fatawa 32/261).

Di halaman yang lain beliau mengatakan,

“Seorang istri tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izin suami meski diperintahkan oleh bapak atau ibunya apalagi selain keduanya. Hukum ini adalah suatu yang disepakati oleh para imam. Jika suami ingin berpindah tempat tinggal dari tempat semula dan dia adalah seorang suami yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami serta menunaikan hak-hak istrinya lalu orang tua istri melarang anaknya untuk pergi bersama suami padahal suami memerintahkannya untuk turut pindah maka kewajiban istri adalah mentaati suami, bukan mentaati orang tuanya karena orang tua dalam hal ini dalam kondisi zalim. Orang tua tidak boleh melarang anak perempuannya untuk mentaati suami dalam masalah-masalah semacam ini” (Majmu Fatawa 32/263).