Inilah Dua Rumah Allah Yang Harus Kamu Ketahui
Cari Berita

Advertisement

Inilah Dua Rumah Allah Yang Harus Kamu Ketahui

mas irwan
8/10/18



Terdapat dua macam rumah Allah, yang satu tampak merupakan fisik dan yang satu lagi mempunyai sifat non-fisik atau ma’nawi. Yang pertama mempunyai representasi yaitu masjid. Memakmurkan masjid dengan kebaikan berarti memakmurkan Rumah-Nya. Untuk itu lakukan sesuai dengan keinginan-Nya, janganlah hanya sesuai dengan keinginan kita.

Apa yang Allah tidak sukai jauhkanlah itu dari rumah-Nya; Allah tidak menyukai sifat yang berlebihan, maka jauhkanlah masjid dari segala sesuatu yang berlebihan; Allah SWT tidak membedakan umat manusia berdasarkan strata sosial yang dimiliki, maka bangunlah suasana masjid yang bisa mengakrabi semua. Jangan sampai menjadikan masjid terasa asing bagi (sebagian) hamba-hambanya.

Masjid meski tampak bangunan fisik namun sebenarnya ia merupakan simbol terhadap nilai-nilai serta relasi-relasi non-fisik.

Dilansir dari krapyak.org rumah Tuhan tipe kedua yang bersifat non-fisik adalah hati manusia. diriwayatkan dalam sebuah hadits qudsi Allah berkata: : “Bumi dan langitKu tak sanggup menampung Diriku, namun hati seorang hambaKu yang mukmin mampu menampung Diriku.” Ini menjelaskan bahwa hati orang yang mukmin juga termasuk rumah tuhan tipe kedua.

Sebuah riwayat mengabarkan, Allah SWT. berkata kepada Nabi Daud:
“kosongkan untukKu sebuah rumah untuk Aku diami!”

Daud menjawab:
“Sesungguhnya Engkau terlalu agung untuk sebuah tempat dan rumah.”

Maka Allah SWT. menyampaikan wahyu kepadanya:
“Kosongkan hatimu untukKu!”

Sebagai rumah-Nya yang ada dalam hati kita, maka sudah semestinya ia dijaga kesuciannya. Hati yang tidak suci bahkan malaikat pun enggan untuk menghampirinya.

“Sesungguhnya malaikat tidak akan mau memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar,” sabda Nabi Muhammad SAW.

Pemaknaan, yang dimaksud “rumah” di sini adalah hati seorang mukmin. Ia adalah rumah Tuhan yang mana malaikat singgah di sana saat menyapa seorang hamba.

Sementara anjing adalah simbol mengejar duniawi dan menuruti hawa nafsu seperti firman Allah:

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).” QS. Al-A’raf/ 7: 177

Sedangkan “gambar” dalam pemaknaan simbol memiliki dua makna. Pertama ia memiliki arti kemuliaan sosok serta mabda’ atau prinsipnya yang agung; kedua ia memiliki arti terhadap pengkultusan dan fanatisme sehingga membutakan mata hati dari melihat kebenaran. Makna yang kedua ini lah yang termasuk dalam Hadis.

Hati yang seharusnya adalah rumah Tuhan yang suci menjadi ternodai oleh penghambaan terhadap kehidupan duniawi serta pemujaan terhadap sosok yang sehebat apapun tetaplah seorang manusia yang serba lemah dan penuh kekurangan. Hati yang seperti ini bahkan malaikat pun enggan menyinggahinya.