Hikmah Berdo'a Dan Apa Saja Penghalangnya .

Advertisement

Advertisement 970x90px

Hikmah Berdo'a Dan Apa Saja Penghalangnya .

abdul arif rachman
8/6/18



Kisah dari nabi Yusuf ‘alaihi salam. Seorang anak kecil yang masih suci dari dosa, suatu hari bermimpi, kemudian ia menceritakan mimpinya kepada Ayahnya. Masihkah kau ingat, pembuka dari kisah Nabi Yusuf? Bagaimana jalannya ceritanya. ingatkah, saat Nabi Yusuf ‘alaihi salam yang masih kecil itu ditinggalkan dalam sebuah sumur, sendiri, mungkin takut dan juga lapar.

Kesulitannya tidak berakhir di sini.Di fitnah, kemudian di penjara, kemudian di angkat menjadi Ahli Keuangan. Selama itu.. sejak saat saudara-saudara Yusuf berbohong kepada ayahnya Yaqub ‘alaihi salam, sampai Nabi Yusuf dewasa, apakah Nabi Yaqub pernah berhenti berdoa karena kesedihannya kehilangan Nabi Yusuf? Bahkan matanya menjadi rabun karena banyaknya air mata yang mengalir dari kedua bola matanya. Apakah doanya terjawab secara langsung? Berapa tahun jedanya, sampai akhirnya Allah mempertemukan lagi Nabi Yaqub dengan anaknya, Nabi Yusuf?

Salah satu hikmah yang pasti Allah berikan, ketika Allah tidak langsung menjawab doamu, atau ketika Allah menjawab doamu dengan cara lain yang di luar rencanamu, adalah untuk kebaikan dirimu sendiri. Untuk kebaikan diri kita sendiri, pasti ada hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan, kalau doa tersebut langsung dijawab Allah.

Bahkan bisa jadi.. seperti Nabi Yusuf, hikmahnya bukan sekedar kebaikan untuk diri Nabi Yusuf saja, namun juga orang lain. Jika Nabi Yusuf tidak ditinggalkan di sumur, tidak difitnah, tidak masuk penjara, maka Nabi Yusuf tidak akan bertemu dengan salah satu penghuni penjara yang nantinya menjadi pelayanan raja, maka Nabi Yusuf tidak akan menawilkan mimpi sang Raja, maka Nabi Yusuf tidak akan mencegah 7 masa kekeringan dan kekurangan bahan panganan.

Setelah melalui berbagai kesulitan, dan doa Nabi Yaqub belum juga terjawab. Namun selama itu Allah mempersiapkan, agar Nabi Yusuf bisa menyelamatkan puluhan anak-anak tidak berdosa lain dari kelaparan, dikutip dari  nakindonesia.wordpress.com

Ada 3 penghalang doa terkabul yaitu :

1.  Karena ada dosa

Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Allah akan membangunkan dia dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya.

Allah tidak dapat mengabulkan doa Anda, bila di dalam hati Anda masih ada dosa. Mengapa?Karena didalam dosa tidak ada kebenaran. Firman Allah berkata bahwa doa orang benar bila dengan yakin di doakan sangat besar kuasanya. Maka dari itu bereskanlah dulu hati Anda. Jangan sampai berlarut-larut dalam dosa, dikutip dari jawaban.com

2   Sungut-Sungut

"Orang –orang berakhlaq tercela yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata : “ Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentiumun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali nama ini saja yang kita lihat.

Sungut-sungut adalah dosa yang tidak bekenan di hadapan Allah. Sungut-sungut adalah tidak bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan. Sama seperti orang Israel yang mengingat masa lalu mereka ketika di Mesir. Allah mengingatkan bahwa apapun yang Anda miliki, syukurilah. Ketika Allah memberikan perkara kecil, percayalah ketika Anda bersyukur maka Ia akan memberikan perkara besar.

3.  Kekuatiran

Karena itu aku berkata kepadamu : Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?

Mengapa kuatir membuat Anda belum menerima jawaban doa? Karena inilah dasar dari doa. Dalam doa tidak boleh ada keraguan. Karena di dalam keraguan tidak ada iman.

Mana mungkin Anda menerima jawaban doa, bila Anda pun tidak percaya kepada Sang Pemberi. Percayalah kepada Allah dengan segenap hati dan jangan bersandar kepada pengertian Anda. Percayalah bahwa Dia sanggup melakukan perkara yang besar. Secara kasat mata memang tidak mungkin tetapi bagi Dia tidak ada yang mustahil. Mintalah hikmah kepada Allah, berdirilah teguh dalam kepercayaan bahwa doa Anda pasti dijawab tepat pada waktunya