Hikmah Dari Allah Setelah Terjadi Musibah Gempa Bumi dan Tsunami
Cari Berita

Advertisement

Hikmah Dari Allah Setelah Terjadi Musibah Gempa Bumi dan Tsunami

8/9/18

Image result for hikmah dibalik musibah gempa bumi menurut islam
Sumber gambar abunamira.wordpress.com

Musibah memang tidak pernah bisa diramalkan secara pasti oleh manusia. Salah satu musibah yang tidak bisa diprediksi yaitu gempa bumi. Salah satu penyebab gempa bumi yakni pergeseran lempengan permukaan planet bumi. Terkadang pergeseran lempeng tersebut terjadi didasar laut yang bisa menyebabkan tsunami.

Allah SWT berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Artinya: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah SWT memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(Asy-Syura : 30).

Dari ayat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya musibah yang terjadi di muka Bumi ini adalah disebabkan oleh manusia, namun hal tersebut telah ditetapkan terjadinya oleh Allah SWT dalam Lauhul Mahfudz. Oleh karena itu, tidaklah gempa atau bencana alam yang lain dapat terjadi dengan sendirinya sebagaimana perkiraan para ahli yang tidak beriman pada Allah SWT dan takdir-Nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Image result for hikmah dibalik musibah gempa bumi menurut islam
Sumber gambar www.rmol.co
Ayat yang menerangkan bahwa gempa merupakan kejadian dengan qadha dan qadar Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah firman-Nya:

مآ أَصاَبَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِيْ أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِيْ كِتاَبٍ مِّنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهاَ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ

“Tiada satu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadid: 22)

Seperti yang dikutip dari asysyariah.com gempa juga merupakan azab bagi orang yang jahat sebagaimana (ayat-ayat) lalu dan sebagai rahmah (kasih sayang) kepada seorang muslim. al-Imam al-Bukhari dan al-Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih keduanya dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِيْقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

“Para syuhada itu ada lima golongan: yang terkena tha’un (penyakit karena bakteri pada tikus), mabthun[2], tenggelam, terkena reruntuhan, dan yang syahid di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.”

Karena itu, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan (akibat gempa) menjadi syahid di jalan Allah SWT baik dewasa atau anak kecil, laki-laki ataupun wanita. Kaum muslimin yang saleh serta anak-anak mereka terkena musibah akibat dosa yang dilakukan oleh selain mereka, sebagaimana firman-Nya,

وَٱتَّقُواْ فِتۡنَةٗ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمۡ خَآصَّةٗۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢٥

“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25)

Demikian pula gempa menjadi cobaan bagi keluarga yang meninggal karena reruntuhan itu, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٣ وَلَا تَقُولُواْ لِمَن يُقۡتَلُ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمۡوَٰتُۢۚ بَلۡ أَحۡيَآءٞ وَلَٰكِن لَّا تَشۡعُرُونَ ١٥٤ وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦ أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٞ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ ١٥٧

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah:153—157)

Semoga bencana yang bertubi-tubi dan musibah yang silih berganti ini telah mengobarkan semangat dalam jiwa kita semua untuk berjuang merintis perubahan. Hanya dengan perjuangan kitalah negeri kita akan kembali makmur dan diselimuti oleh kemakmuran, kerahmatan dan kedamaian.

Allah SWT berfirman,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya, “(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Anfal: 53)

Dan Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْمُنْكَرَ لاَ يُغَيِّرُونَهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِهِ. رواه أحمد وابن ماجة وصححه الألباني

Artinya, “Sesungguhnya masyarakat bila mengetahui suatu kemungkaran lalu mereka tidak merubahnya, maka tidak lama lagi Allah akan menimpakan hukuman kepada mereka semua.”(HR. Ahmad, Ibnu Majah).

Ketahuilah bahwasannya kunci perubahan negeri Anda ada di tangan Anda, bagaimana dan kapan kah Anda menggunakan kunci itu, sehingga negeri Anda menjadi negeri yang penuh dengan kerahmatan dan kedamaiaan? Kapan lagi bila bukan sejak sekarang ? Tegakkanlah nahi mungkar dan sebarkanlah yang maruf, niscaya bencana dan musibah yang selama ini setiap menemani negeri kita akan menyingkir.