Jika Tak Ingin Suami Berpaling Maka Jangan Ceritakan Hal Ini Pada Suamimu!
Cari Berita

Advertisement

Jika Tak Ingin Suami Berpaling Maka Jangan Ceritakan Hal Ini Pada Suamimu!

8/6/18
Jika Tak Ingin Suami Berpaling Maka Jangan Ceritakan Hal Ini Pada Suamimu!


Salah satu sarana menjaga keharmonisan suami istri adalah perbincangan hangat. Aktivitas ini bisa meningkatkan rasa cinta pasangan suami istri.

Segala macam topik bisa menjadi bahan pembicaraan. Termasuk juga lingkungan kerja.

Namun seorang perempuan hendaknya berhati-hati saat bercerita dengan sang suami. perbincangan tersebut justru bisa saja memicu keretakan rumah tangga.

Dikutip dari islami.co Memangnya hal apakah yang harus dihindari oleh seorang istri saat bercerita dan berbincang-bincang dengan sang suami?

Seorang istri hendaknya tidak menceritakan segala apapun tentang perempuan lain, baik itu sifat dan ciri-ciri perempuan tersebut di hadapan suaminya.

Meskipun perempuan yang diceritakan adalah sahabat, rekan kerja, ataupun lainnya. Padahal biasanya istri terkadang menceritakan kepada sang suami tentang aktivitas mereka bersama rekan kerja, sahabat, ibu-ibu arisan, ataupun yang lainnya.

Mengapa harus demikian? Ternyata dalam Islam, seorang istri dilarang menceritakan tentang perempuan lain di hadapan sang suami.

Sebagai contoh, terkadang istri menceritakan tentang kecantikan, kebaikan, atau sifat-sifat perempuan lain di hadapan suaminya. Padahal cerita yang disampaikannya tersebut bisa saja membuat sang suami jatuh hati dan membayangkan perempuan lain yang diceritakan oleh sang istri.

Rasulullah SAW sendiri melarang hal tersebut dan menyebutkannya dalam sebuah hadis.

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang istri mendeskripsikan sosok dan sifat perempuan lain di depan suaminya, seakan ia langsung melihatnya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)

Sedangkan dalam hadis lain

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang istri menceritakan seorang perempuan lain lalu menyifati (kecantikan) perempuan itu kepada suaminya seakan-akan ia (suami) melihatnya.” (HR. Bukhari)

Ternyata salah satu hikmahnya menurut Ibnu Hajar al-Asyqalani adalah agar sang suami tidak merasa tertarik dengan perempuan yang diceritakan.

Apabila sang suami tertarik dengan perempuan yang diceritakan, maka yang dikhawatirkan adalah bisa saja hati sang suami tergerak untuk menceraikan sang istri dan menikahi perempuan yang diceritakan.

Tentunya boleh dengan batasan-batasan tertentu. Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa yang tidak boleh adalah seluruh hal terkait perempuan tersebut, sehingga seolah-olah suaminya tersebut telah melihatnya sendiri. Apalagi jika yang diceritakan adalah terkait bentuk tubuh dan hal-hal pribadi lainnya.

Tentu hal tersebut dikhawatirkan akan menghancurkan biduk rumah tangga yang selama ini telah dibina bersama karena fitrah manusia adalah mencintai hal-hal yang indah. Sebagaimana Allah berfirman,

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu perempuan-perempuan, anak-anak, harta yang banyak dari emas dan perak.” (QS. Ali-‘Imran: 14)

Dengan demikian, seorang perempuan hendaknya tidak terlalu sering bercerita perihal perempuan lain di hadapan sang suami, apalagi jika materi yang diceritakan sangat vulgar.

Sebab bukan tidak mungkin jika seorang istri sering menceritakan hal-hal yang terkait dengan perempuan tersebut kepada sang suami, maka hati sang suami pun akan merasa penasaran, gusar, dan tertarik.

Di situlah setan akan mempermainkan hati sang suami sehingga tega menceraikan sang istri dan justru menikahi sahabat dari sang istri. Oleh karena itu, para perempuan hendaknya berhati-hati apabila hendak berbincang-bincang dengan suami mereka.

Wallahu a’lam.