Mengapa Allah Pencemburu Bahkan Melebihi Makhluknya , Kenapa !

Advertisement

Advertisement 970x90px

Mengapa Allah Pencemburu Bahkan Melebihi Makhluknya , Kenapa !

abdul arif rachman
8/8/18



Sebagai seorang muslim yang menyatakan bahwa Rabb kami adalah Allah, maka sudah selayaknya segala sesuatunya kita mohonkan bantuan dan pengharapan kita pada Allah. Bila kita terlalu berharap pada makhluk-Nya, kita akan menemukan kekecewaan yang teramat mendalam. 

Makhuk-Nya penuh dengan berbagai kekurangan yang belum tentu bisa membantu memecahkan persoalan kita. Allah itu maha segala-galanya, maha kuasa, maha kaya dan segala maha ada pada-Nya.

Firman Allah:

"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS. Al-Maidah : 23)
“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyrah: 8)

Jangan mengadu dan meminta sesuatu kebutuhan/hajat selain kepada Allah Swt, sebab Ia sendiri yang memberi dan menurunkan kebutuhan itu kepadamu. Maka bagaimanakah sesuatu selain Allah Swt akan dapat menyingkirkan sesuatu yang diletakkan oleh Allah Swt,dikutip dari bacaanmadani.com

Barangsiapa yang tidak dapat menyingkirkan bencana yang menimpa dirinya sendiri, maka bagaimanakah ia akan dapat menyingkirkan bencana yang ada pada orang lain. 

Adanya sesuatu bencana/musibah itu menyebabkan engkau berhajat (butuh) kepada bantuan (pertolongan), maka dalam tiap kebutuhan/hajat jangan mengharap selain kepada Allah Swt, sebab segala sesuatu selain Allah Swt itu juga berhajat seperti engkau.

Barangsiapa yang menyandarkan atau menggantungkan nasib pada sesuatu selain Allah Swt, berarti ia tertipu oleh sesuatu bayangan fatamorgana, sebab tidak ada yang tetap selain Allah Swt yang selalu tetap karunia dan nikmat serta rahmat-nya kepadamu.

Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang. Maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangi kamu daripada perkara tersebut. Agar kamu kembali berharap hanya kepadaNya.
(Imam Syafi’i)

Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun riwayat lain juga menyebutkan seperti ini:

Seorang mukmin itu merasa cemburu, sedangkan Allah lebih besar rasa cemburunya -daripada dirinya-.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa tak adilnya kita selama ini. Kita palingkan hati kita untuk mengingat ciptaanNya bukan Dia. Tak jarang isi kepala kita hanya memikirkan seseorang, yang belum tentu memikirkan kita. Tak jarang pula kita memikirkan dunia serta isinya yang membuat kita terlena, dikutip dari achdien.wordpress.com

Bahkan disela-sela ibadah sholat kita yang membuat kita tak khusyuk benar-benar ingin mendekatkan diri kepada Allah. Padahal jelas, Allah sangat sayang kepada kita, dia yang berikan rasa cinta itu kepada kita. Memberikan rezeki sebagaimana yang kita minta, bahkan tak sekedar yang kita minta, Allah lebih memilihkan yang benar-benar kita butuhkan dan terbaik. Lupa kita dengan segala rahmat itu semua, sejak dari lahir sampai sekarang ini.

Lalu apa yang kita bisa lakukan? Menjaga hati. Mungkin menjaga hati ini bukan untuk mendapatkan seorang pasangan ataupun rizki semata. Tetapi lebih pada keridhaan Allah terhadap kita. Kita sadar bahwa Allah lah sang maha pembolak balik hati. Terkadang iman kita di atas dan di bawah. Dengan menjaga hati kita untuk Allah, semoga iman kita berada diantaranya dan cenderung meningkat setiap waktu.