Mengungkap Rahasia Jodoh Dalam 1 Menit,Menurut Kacamata Islam !
Cari Berita

Advertisement

Mengungkap Rahasia Jodoh Dalam 1 Menit,Menurut Kacamata Islam !

8/6/18

Jodoh adalah salah satu misteri yang selalu dipertanyakan oleh umat manusia. Dan jika seseorang bertanya tentang jodoh kepada seseorang yang lain. Maka akan terciptalah berbagai jawaban yang berbeda dari mereka.

Misalnya saja jika kamu bertanya tentang jodoh kepada seseorang yang belum mempunyai tambatan hati. Mungkin mereka akan menjawab tentang jodoh dengan kriteria sempurna. Misalnya jodoh yang tampan, mapan, dan shaleh/shalihah, punya beberapa hafalan, mempunyai keturunan atau nasab yang baik. Dan banyak lagi yang lahir dari angannya.

Berbeda lagi jika kamu bertanya tentang jodoh kepada seseorang yang sudah mempunyai seseorang (red:pacar, tambatan hati).  Mereka menjawabnya akan lebih condong kepada karakter seseorang yang diyakini mereka akan menjadi pendampingnya kelak. Mereka tidak peduli lagi akan kelebihan dan kekurangan yang sebelumnya dimiliki oleh tambatan hatinya itu, yang jelas seperti dia.

Jawaban ini juga akan berbeda lagi jika kamu menanyakan tentang jodoh kepada seseorang yang sudah menikah atau bahkan mempunyai momongan. Mereka akan menjawabnya dengan sangat sederhana, seperti yang penting seorang muslim, shalih/shalihah, serta mampu berperan dalam keluarga.


Seperti itulah jawaban-jawaban yang akan muncul jika kita bertanya tentang jodoh. Beragam jawaban akan muncul dan tentunya itu tergantung dengan persepsi masing-masing orang yang dipunyai. Mereka hanya berusaha memberikan jawaban secara subjektif sesuai dengan apa yang mereka tahu.

Lalu seperti apa jodoh kita? Video satu menit ini mengungkap rahasia jodoh kita.

Rahasia itu berdasarkan firman Allah Surat An Nur ayat 26. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ


“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji. Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik…” (QS. An Nur: 26)

Berkenaan dengan ayat ini, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rahimahullah mengatakan bahwa orang-orang yang keji dari kalangan kaum wanita adalah untuk orang-orang yang keji dari kalangan kaum pria.

Seperti yang dilansiri dari islamidia.com orang-orang yang baik dari kalangan kaum wanita adalah untuk orang-orang yang baik dari kalangan kaum pria.

Dan orang-orang yang baik dari kalangan kaum pria adalah untuk orang-orang yang baik dari kalangan kaum wanita.

Ibnu Katsir rahimahullah membenarkan takwil tersebut, “Dengan kata lain dapat disebutkan bahwa tidaklah Allah menjadikan Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagai istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melainkan karena dia adalah wanita yang baik”

 Kata Ibnu Katsir dalam Tafsir Qur’anil Adhim, “Seandainya Aisyah adalah seorang wanita yang keji tentulah tidak pantas, baik menurut penilaian syariat maupun penilaian martabat, bila dia menjadi istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Secara khusus, sababun nuzul ayat ini memang turun untuk menjawab tuduhan dusta atas Aisyah radhiyallahu ‘anha. Allah membersihkan Ummul Mukminin itu dari tuduhan keji haditsul ifki.

Namun secara umum, ayat ini menunjukkan rahasia jodoh yang disebut Sayyid Quthb sebagai bagian dari keadilan Allah.

“Keadilan tersebut adalah bersatunya jiwa yang buruk dengan jiwa yang buruk dan jiwa yang baik bersatu dengan jiwa yang baik pula,” kata Sayyid Quthb di dalam Fi Zhilalil Quran. “Atas dasar inilah, terbangun hubungan yang kokoh antara pasangan suami istri.”

Jadi secara umum, seperti apa kita seperti itulah jodoh kita. Orang yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik. Ini rahasia jodoh kita.

Sehingga kuncinya, kalau kita ingin mendapatkan jodoh yang baik, perbaiki diri kita. Layakkan diri kita untuk mendapatkan suami yang sholih. Layakkan diri kita untuk mendapatkan istri yang sholihah.