Sholat Dan Bacalah Dzikir Ini Untuk Mendapatkan Keutamaan Sholat Shubuh !
Cari Berita

Advertisement

Sholat Dan Bacalah Dzikir Ini Untuk Mendapatkan Keutamaan Sholat Shubuh !

8/1/18
Sholat Dan Bacalah Dzikir Ini Untuk Mendapatkan Keutamaan Sholat Shubuh !

Memperbanyak dzikir dan doa sangat dianjurkan dalam Islam. Apalagi memperbanyak dzikir pada waktu yang ditentukan dan waktu utama untuk berdzikir. Menurut Imam al-Nawawi dalam al-Adzkar, waktu dzikir yang paling baik adalah setelah shalat shubuh. Hal ini berdasarkan hadis riwayat al-Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ
Artinya:

“Siapa yang mengerjakan shalat subuh berjemaah, kemudian dia tetap duduk sambil dzikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan shalat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah,” (HR At-Tirmidzi).

Ali Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih menjelaskan, yang dimaksud zikir dalam hadits di atas tidak sebatas melafalkan kalimat zikir, tetapi juga termasuk thawaf bagi orang yang berada di masjidil haram, serta majelis ilmu dan agama.

Hal itu dilakukan sampai terbit matahari dan sekira matahari setinggi tombak, sekitar lima belas menit setelah terbitnya matahari, disunahkan shalat dua rakaat. Shalat dua rakaat itu dinamakan dengan shalat sunah isyraq.

Seperti yang dilansir oleh islami.co, merujuk pada hadis di atas, orang yang berdzikir setelah shalat shubuh berjamaah, kemudian tidak beranjak dari tempat duduknya sampai terbit matahari, serta dia mengerjakan shalat sunnah isyraq, maka dia akan memperoleh pahala seperti pahala ibadah haji dan umrah.

Ada banyak dzikir dan doa yang dianjurkan setelah shalat. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa membaca dzikir dan doa tertentu setelah shalat memiliki banyak hikmah dan keutamaan.

Setelah shalat shubuh misalnya, dianjurkan memperbanyak baca dzikir di bawah ini, minimal sepuluh kali:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Artinya :

"Tidak ada Tuhan Selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu”.

Dalam hadis riwayat al-Tirmidzi dijelaskan bahwa orang yang membiasakan membaca kalimat di atas setelah shalat shubuh, dosanya akan diampuni dan Allah akan menjaganya. Tidak hanya itu, derajat dan kemuliaannya juga semakin diangkat.

Rasulullah berkata, “Barangsiapa setelah shalat shubuh membaca, ‘La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala syai’in qadir’ (10 x), sementara kakinya masih terlipat (belum beranjak dari tempat shalat) dan belum berbicara, maka dicatat baginya sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh kejahatannya, dan derajatnya ditinggikan. Selama hari itu dia akan terpelihara dari setiap sesuatu yang tidak diinginkan dan dijaga dari gangguan setan” (HR: al-Tirmidzi).