Mukena Terkena Air Liur Karena Tertidur, Hukumnya Najis Jika Air Liurnya Seperti Ini
Cari Berita

Advertisement

Mukena Terkena Air Liur Karena Tertidur, Hukumnya Najis Jika Air Liurnya Seperti Ini

9/25/18

Sumber gambar moslemearth.com

Sering tidak sadar saat berdzikir dan tertidur dalam keadaan masih memakai mukenah, karena tidak terasa keluar air liur mengenai mukena yang masih di pakai.

Apakah mukena yang terkena air liur ini menjadi najis dan harus di cuci dahulu ?

Bagaimana Hukumnya Mukena yang Terkena Air Liur Digunakan Untuk Shalat ?

Diantara syarat sahnya shalat ialah suci dari najis baik badan, pakaian dan juga tempat yang digunakan untuk shalat.

Najis itu dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya najis yang ringan (Mukhofafah) seperti kencingnya bayi yang belum makan apapun kecuali air susu ibunya, untuk membersihkannya cukup dengan disiram air yang suci melebihi banyaknya air kecing si bayi.

Ada najis yang sedang-sedang (Mutawassithoh) seperti kotoran hewan, manusia, keluarnya cairan dari jalan depan maupun belakang, darah dan lain-lain.

Terakhir najis yang berat (Muholadzoh) seperti najisnya anjing, untuk mensucikanya harus disiram tujuh kali dan salah satunya harus  dicampur dengan debu.

Sedangkan air liur adalah cairan yang keluar dari mulut manusia pada saat tidur.

Sehingga harus di sucikan terlebih dahulu jika ingin menggunakannya, seperti yang dijelaskan Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Banteni : “Air yang mengalir dari mulut orang yang sedang tidur (air liur) itu najis jika keluar dari lambung atau perut (maiddah), seperti keluarnya berwarna kuning dan kental. Tetapi tidak najis kalau keluar dari selain lambung atau ragu apakah dari lambung atau tidak, maka itu suci. Ya, kalau seseorang kena cobaan (penyakit) dengan selalu mengeluarkan air liur tanpa bisa ditahan, itu dimaafkan dan tidak najis.” (Nihayatuzzen : 40)

Jika air liur yang keluar dari lambung atau perut maka hukumnya najis karena 3 sifat najis itu ada pada mukena (bau, warna dan rasa) maka hukumnya najis.

Tetapi jika Anda tidur memakai bantal yang kepala lebih tinggi dari badan serta air liur yang keluar berwarna bening mungkin itu hanya keluar dari teggorokan, maka itu suci, tidak najis dan boleh dipakai shalat.

Namun alangkah baiknya kalau mukenanya terkena air liur segera dicuci sebelum dipakai shalat lagi dan ketika shalat pakailah pakaian yang paling baik dan bersih demi melaksanakan firman Allah SWT dalam surat al- A’raf ayat 31,

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ …
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid. (salat, tawaf dan ibadah lain)…”  (QS. al- A’raf : 31)