Sukses Dengan Karir Hinga Lupa Merawat Orangtua, Lupa ? Jika Begitu Besar Pahalanya
Cari Berita

Advertisement

Sukses Dengan Karir Hinga Lupa Merawat Orangtua, Lupa ? Jika Begitu Besar Pahalanya

9/20/18

sumber gambar rebanas.com

Setelah lulus kuliah saya akan mencari kerja, sukses dengan pekerjaan dan karir yang gemilang.

Menikah, mulai berfikir untuk membangun rumah karena istri sudah mulai berbadan dua dan anak-anak butuh tempat tinggal yang nyaman dan aman.

Keluar rumah meninggalkan orangtua menuju rumah tangga yang dibangun dengan istri tercinta dan anak-anak.


Apakah seperti itu tujuan hidup yang nantinya akan kita jalani ?

Karir yang terus menanjak dan semakin sukses hingga menyita waktu untuk berkumpul dengan keluarga atau bahkan orangtua yang dulu merawat dan membesarkanmu, saat itu hanya bisa terfikirkan, kapan aku bisa menjenguk dan merawat orangtuaku dimasa tuanya, seperti saat ini?.

Apakah seperti itu tujuan hidup yang nantinya akan kita jalani ? semoga saja tidak seperti itu, karena sebagai anak yang berahlaq mulia dan taat dengan agama, pasti sudah faham betul dengan Birrul walidain (berbakti kepada orang tua)

Merawat orang tua merupakan kewajiban dan fardhu ain hukumnya, karena ini merupakan hak orangtua atas anak-anaknya.

Apalagi untuk orangtua yang sudah sepuh (tua) merupakan jalan utama dan begitu mulia untuk mendapat ridho allah masuk ke dalam surga, seperti Rasulullah bersabda:

رَغِمَ أَنْفُهُ ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ،ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ “. قِيلَ : مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ، أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا، ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ “.
Artinya:”Celaka seseorang itu(diulang tiga kali), sahabat bertanya: siapa yang celaka wahai Rasulullah? Beliau menjawab: orang yang mendapati salah satu orang tuanya atau dua-duanya dalam keadaan tua, kemudian (anak tersebut) tidak masuk surga”. (HR Muslim No: 2551).

Bukankah ini sebuah motivasi bagi kita untuk melakukan baktinya sebagai anak kepada kedua orangtuanya, apalagi dengan balasan besarnya pahala.

Maksud dari hadits diatas adalah berbakti kepada orangtua ketika mereka sudah tua (sepuh) dan "ditelan usia" dengan melayani mereka atau memenuhi kebutuhannya, merupakan penyebab masuknya seseorang ke dalam surga".

Sumber gambar muryani324.blogspot.com

Kita semua tidak tahu kapan usia kita akan habis, namun semua kita malumi bahwa semakin tua seseorang maka semakin merepotkan pula untuk merawatnya.

Karena usia yang sudah tua, fisik semakin lemah, ingatan dan akalnya juga semakin hilang, bahkan perubahan sikap akan terjadi karena hal tersebut, maka jangan kaget.

Mungkin tujuannya ingin lebih diperhatikan dan disayangi anak-anaknya.

Maka fahamilah hal tersebut, insya allah kesuksesan kita dalam berbakti kepada orngtua tergantung kepada kita merawatnya dan kesabaran kita dalam menghadapinya.

Semoga bermanfaat.