Mencari Rezeki Dengan Trading Forex, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam

Advertisement

Advertisement 970x90px

Mencari Rezeki Dengan Trading Forex, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam

M Yazidinniam
10/31/18


Sumber gambar investasiuntung.com

Hukum Forex dalam islam diperbolehkan dengan mematuhi dua syarat yang harus terpenuhi.

Tetapi hukum forex menjadi haram apabila kegiatan bisnis ini dilakukan seperti ini.

Mungkin sebagian orang belum memahami apa itu forex ? memang terdengar asing bagi kita yang bukan seorang pebisnis di era digital seperti sekarang ini.

Secara umum forex adalah sebuah kegiatan pertukaran mata uang asing, di indonesia sendiri kegiatan seperti ini biasa disebut dengan Valas atau Valuta Asing keduanya memiliki arti yang sama yakni kegiatan transaksi yang melibatkan dua mata uang dari negara yang berbeda sebagai obyek perdagangan tersebut.

Bagaimana Hukum Islam Memandang Kegiatan Forex Ini

Secara garis besar kegiatan berbisnis dengan istilah Valas ini diperbolehkan, hanya saja ada dua faktor yang dijadikan syarat agar forex ini menjadi halal seperti yang dikutip dari konsultasisyariah.com.

1. Menggunakan Mata Uang yang Sama Untuk Bertransaksi

Bila mata uang yang diperdagangkan sama jenis, misal: Uang rupiah pecahan Rp: 100.000,- ditukar dengan uang rupiah pecahan Rp 1.000,- maka pada kondisi semacam ini ada dua persaratan yang harus dipenuhi:

  • Penukaran dilakukan dengan cara kontan, sehingga ketika kedua belah pihak yang mengadakan transaksi telah menyetujui akad penukaran tersebut, masing-masing harus segera melakukan pembayaran dengan cara kontan dan lunas, tanpa ada pembayaran yang tertunda walau hanya Rp 1,- (satu rupiah).
  • Nominasi kedua uang tersbeut berjumlah sama, tanpa ada yang dilebihkan. Dengan demikian pada contoh kasus di atas, yaitu uang rupiah pecahan Rp. 100.000,- bila ditukar dengan uang rupiah pecahan Rp. 1.000,- maka pemilik pecahan Rp. 100.000,- harus benar-benar mendapatkan pecahan Rp. 1.000,- sebanyak 100 (seratus) lembar. Tidak boleh ada pengurangan sedikitpun.
2. Menggunakan Mata Uang yang Berbeda Untuk Bertransaksi
Bila mata uang yang dipertukarkan berbeda jenis, misalnya mata uang dolar amerika ditukar dengan rupiah indonesia, maka pada kondisi semacam ini proses tukar menukar harus memenuhi syarat pertama dari kedua persyaratan di atas, yaitu pembayaran dilakukan dengan kontan dan lunas, tanpa ada yang terhutang sedikitpun.

Dengan demikian bila anda menukar uang dolar sebesar $ 100 dengan rupiah sebesar Rp. 10.400.000,-, maka pembayaran antara anda berdua harus dilakukan dengan kontan dan lunas, tanpa ada yang terhutang sedikitpun.

(الذهب بالذهب والفضة بالفضة والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلا بمثل، سواء بسواء، يدا بيد، فمن زاد أو استزاد فقد أربى).

“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, korma dijual dengan korma, dan garam dijual dengan garam, (takaran/timbangannya) harus sama dan kontan. Barang siapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba”. (HRS Muslim dalam kitabnya As Shahih).

Dan para ulama’ zaman sekarang telah menyatakan bahwa berbagai mata uang yang ada di zaman sekarang berperan sebagai mata uang yang ada pada zaman dahulu yaitu dinar atau dirham.

Dengan demikian seluruh hukum yang berlaku pada penukaran mata uang dinar dengan dinar atau dirham dengan dirham atau dinar dengan dirham berlaku pula pada pernukaran mata uang yang ada pada zaman sekarang.

Hukum Forex Menjadi Haram Apabila Seperti Ini

Forex yang haram itu apabila pembayaran pada bisnis cara ini tidak dilakukan dengan kontan dan lunas, akan tetapi pembeli hanya membayarkan beberapa persen dari total valas yang ia beli sebagai jaminan, dan pada penutupan pasar valas di akhir hari atau pada akhir tempo yang disepakati oleh keduanya, mereka berdua mengadakan perhitungan untung atau rugi selaras dengan pergerakan nilai tukar kedua mata uang yang diperdagangkan.

Semoga bermanfaat.