7 Hal yang Paling Utama Untuk Melakukan Sedekah Orang yang Gemar Bersedekah Pasti Tahu
Cari Berita

Advertisement

7 Hal yang Paling Utama Untuk Melakukan Sedekah Orang yang Gemar Bersedekah Pasti Tahu

M Yazidinniam
11/17/18

7 Hal yang Paling Utama Untuk Melakukan Sedekah Orang yang Gemar Bersedekah Pasti Tahu
Sumber gambar islami.co

7 Hal yang Paling Utama Untuk Melakukan Sedekah Orang yang Gemar Bersedekah Pasti Tahu - Amat besar keutamaan orang yang menyembunyikan amalan shalihnya, namun ketika seseorang sudah berusaha menyembunyikan amalan shalihnya namun tetap diketahui orang lain, maka janganlah ia membatalkan amalnya, akan tetapi hendaknya ia tetap mengikhlaskan amalnya.

Dalam bersedekah, tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk amalan yang terbaik pula. Berikut beberapa sedekah yang utama dalam dalam ajaran Islam.

1. Sedekah Sirriyyah

Sedekah sirriyyah adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedekah ini sangat utama karena lebih mendekati ikhlas dan selamat dari sifat riya. Allah SWT berfirman:
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS Al Baqarah: 271)
Di antara hikmah menyembunyikan sedekah kepada fakir miskin adalah untuk menutupi aib saudara kita yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya.

Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah dan bahwa dia orang yang tidak punya. Hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam berbuat ihsan kepada fakir miskin.

2. Sedekah dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan sulit diharapkan kesembuhannya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi SAW bertanya,
“Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga roh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, ‘untuk Fulan sekian, untuk Fulan sekian, dan untuk Fulan sekian.’ Padahal telah menjadi milik si Fulan.” (HR Bukhari dan Muslim)
3. Sedekah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Allah SWT berfirman:
“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (QS Al Baqarah: 219)
Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR Bukhari)

4. Sedekah dengan Kemampuan Maksimal

Rasulullah SAW bersabda,
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah maksimal orang yang tidak punya, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 1112)\
Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama.

Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin.

5. Menafkahi Anak Istri

Rasulullah SAW bersabda,
“Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak istri) lebih besar pahalanya.” (HR Muslim)
6. Bersedekah kepada Kerabat

Rasulullah juga bersabda,
“Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim.” (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim, Shahihul Jami’ No. 3858)
Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok:

a. Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat
b. Kerabat yang memendam permusuhan

7. Bersedekah kepada Tetangga

Dalam surat An Nisaa ayat 36 disebutkan perintah berbuat baik kepada tetangga, baik yang dekat maupun yang jauh. Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Dzar,
“Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu.” (HR Muslim)
Itulah beberapa sedekah yang utama untuk dilakukan dan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan dan dalam kondisi seperti itulah kita untuk diwajibkan melakukan sedekah.

Semoga bermanfaat.