Diskriminasi Muslim Uighur Dilarang Haji dan Umroh Karena Tidak Boleh Miliki Pasport
Cari Berita

Advertisement

Diskriminasi Muslim Uighur Dilarang Haji dan Umroh Karena Tidak Boleh Miliki Pasport

12/24/18


Sudah banyak dokumentasi yang tersebar di dunia maya mengenai perlakuan diskriminasi yang dialami etnis Muslim Uighut di Xinjiang.

Salah satunya penuturan dari Dokter Enis yang mengaku mengalami sendiri apa yang dialami oleh Muslim di xianjiang karena pernah tinggal bersama dengan mereka.

Dokter rehab medik itu menceritakan dirinya tinggal di China pada 11 Januari 2015 hinga 2017 untuk mendalami akupuntur.

Sebagai seorang muslim dirinya bergabung dengan komunitas muslim yang ada disana.

Ernis sempat mengungkapkan, bahwa sebutan Uighur kurang dikenal oleh masyarakat China. “Sebenarnya mereka kenalnya Urughi sama Xinjiang, kurang kenal dengan sebutan Uighur,” katanya saat berorasi dalam aksi bela Uighur di depan Kedubes China di Jakarta.

Dilarang Menggunakan Kamar Mandi dan WC



Pengalaman diskrimanisanya berawal ketika ia menginap di salah satu rumah keluaara Xinjiang.

"Suatu hari sekitar pukul 2 dini hari dia ingin pergi ke kamar kecil. Kemudian dia membangunkan anak dari keluarga Xinjiang tempat ia menginap.

Bukannya menunjukkan toilet, si anak justru mencari-cari kunci gembok. “Saya mau ke WC bukan mau pulang!” ungkap Dokter Ernis kepadanya. Si anak pun menjawab, “Iya kita nggak boleh bikin kamar mandi sama WC,” jawabnya.

Dari sanalah Dokter Ernis baru mengetahui, bahwa ternyata keluarga Xinjiang tidak boleh membuat kamar mandi dan WC di dalam rumahnya. “WC-nya WC bersama, jam 2 pagi harus keluar dari pintu gerbang. Buka gerbang, keluar ke WC hanya untuk buang air kecil. Jadi sedih sekali,” ujarnya.

Muslim Xinjiang Dilarang Haji dan Umroh



Dia mengatakan, di negara China akses informasi sangatlah terbatas. Berbagai situs dan media sosial banyak yang diblokir oleh pemerintah China, sehingga mereka pun terpaksa menggunakan aplikasi lokal yang diperbolehkan pemerintah China.

Karena akses terbatas tersebut Warga Xinjiang juga tidak diperbolehkan melakukan haji ataupun umrah, hal itu dikarenakan mereka tidak boleh memiliki pasport.

“Kalau kita temui di Makkah itu, (orang) China yang berhaji dan berumrah itu bukan orang Xinjiang, itu bukan dari provinsi Xinjiang. Saya yakin, karena saya tinggal di sana,” ungkapnya.

“Jadi memang keadaannya menyedihkan, tidak boleh bikin pasport, di dalam rumahnya tidak boleh bikin kamar mandi, tidak boleh ada WC,” tukasnya.