Masya Allah, Fakta-fakta Keganasan Tsunami Banten yang Menelan Korban Meninggal 281, Ribuan Luka-luka
Cari Berita

Advertisement

Masya Allah, Fakta-fakta Keganasan Tsunami Banten yang Menelan Korban Meninggal 281, Ribuan Luka-luka

M Yazidinniam
12/24/18



Gelombang tsunami yang menerjang pesisir Banter di bagian barat dan sebagian wilayah di Lampung Selatan. Tsunami berasal dari perairan Selat Sunda yang diapit Pulau Jawa dan Sumatera.

Dari beberapa sumber berita yang terbit, harianislam.com merangkum beberapa  fakta terkait Tsunami di Banten yang terjadi pada sabtu (22/12) malam, berikut beberapa fakta-faktany.

1. Tsunami Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mengalami peningkatan sejak 18 Juni 2018 dan erupsi yang terjadi.

Pada tanggal 22 Desember malam, erupsi diduga menjadi penyebab utama dari Tsunami di Banten dan Lampung.



"Tanggal 22 Desember pukul 21.03 WIB menit, Badan Geoglogi mengumumkan terjadi erupsi lagi Gunung Anak Krakatau. Kemudian pukul 21.27 WIB tidegauge (pengamatan sementara) Badan Informasi Geospasial yang terekam oleh BMKG menunjukkan adanya tiba-tiba ada kenaikan muka air pantai.

Jadi ada kenaikan air, dan kami analisis kami merekam waktu untuk menganalisis, apakah kenaikan air itu air pasang akibat fenomena atmosfer, ada gelombang tinggi kemudian bulan purnama, jadi saat ini itu memang pada fase seperti itu.

Namun setelah kami analisis lanjut gelombang itu merupakan gelombang tsunami, jadi tipe polanya sangat mirip gelombang tsunami yang terjadi di Palu," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kantor BMKG.

2. Tsunami Juga Dipicu Gelombang Pasang Bulan Purnama

Faktor lain yang menjadi penyebab Tsunami adalah gelombang pasang karena bulan memauki fase purnama. Gelombang pasang menyebabkan permukaan air laut meningkat.

Jadi, kalau statement resmi yang disampaikan BMKG, faktor penyebab tsunami adalah longsoran bawah laut yang disebabkan aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang kebetulan terjadi bersamaan dengan gelombang pasang.

3. Wilayah yang Terkena Tsunami

BNPB mencatat wilayah yang paling terdampak tsunami adalah Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lampung. Pandeglang adalah wilayah yang mengalami kerusakan terparah.Jika dirinci, ada lima titik di Pandeglang yang terdampak yaitu Tanjung Lesung, Teluk Lada, Sumur, Panimbang, dan Carita. Untuk Serang dan Lampung Selatan, titik terdampak tsunami adalah Anyer, Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, dan Katibung.

Selain itu dampak yang di akibatkan BNPB menjelaskan, sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, dan 350 kapal dan perahu rusak karena tsunami. Data ini merupakan update BNPB per pukul 16.00 WIB.

4. 222 Orang Meninggal Dunia



Berdasarkan pembaharuan data yang dilakukan BNPB per pukul 16.00 WIB, tsunami mengakibatkan 222 orang meninggal dunia. Selain itu, 843 orang luka-luka, dan 30 orang hilang. Korban jiwa terbanyak berada di Pandeglang.

"Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang," jelas Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Waspada Potensi Tsunami Susulan, Warga Diminta Jauhi Pantai

BNPB menyebut masih ada kemungkinan potensi tsunami susulan karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung. Warga diminta menjauhi pantai.

"Tadi saya sampaikan, itu rekomendasi dari PVMBG, rekomendasi dari BMKG, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di pantai, menjauhi pantai untuk sementara waktu ini. Karena potensi susulan tsunami masih kemungkinan terjadi karena apa, erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus berlangsung sehingga berpotensi adanya tsunami susulan," ujar Sutopo dalam jumpa pers di Kantor BPBD Yogyakarya, DIY.