Kebablasan Sampai Terbitnya Matahari, Bagaimana Shalat Subuhnya ?
Cari Berita

Advertisement

Kebablasan Sampai Terbitnya Matahari, Bagaimana Shalat Subuhnya ?

1/24/19
bagaimana shalat subuh setelah matahari terbit

Kebablasan Sampai Terbitnya Matahari, Bagaimana Shalat Subuhnya ?


Orang yang tertidur atau lupa melaksanakan shalat wajib, maka dia shalat ketika dia ingat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

من نام عن الصلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها لا كفارة لها إلا ذلك

“Barangsiapa yang ketiduran sehingga terluput shalat, atau kelupaan, maka hendaknya ia kerjakan shalat tersebut ketika ingat. Tidak ada kafarah kecuali itu“. (HR. Muslim)

Namun yang penting untuk di ingat, jika hal ini berlangsung terus menerus, yaitu dirinya sulit untuk bangun subuh. Mungkin ada sesuatu yang menghalanginya untuk mudah bangun subuh.

Yang paling jelas adalah kemaksiatan yang dia lakukan. Karena kemaksiatan akan menjadikan seseorang malas untuk ibadah. Rasulullah bersabda,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ: كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

”Sesungguhnya seorang mukmin, jika melakukan satu perbuatan dosa, maka ditorehkan di hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, berhenti dan beristighfar, maka hatinya akan dibuat mengkilat. Jika semakin sering berbuat dosa, maka titik-titik itu akan bertambah sampai menutupi hatinya. Itulah” raan” yang disebutkan Allah ta’ala dalam al-Qur’an, ‘sekali-kali tidak (demikian) sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.’”.(HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Maka, jauhi dosa agar mudah melakukan ibadah.

Kemudian biasakan tidur di awal malam agar mudah bangun subuh. Rasulullah sendiri membenci begadang yang tidak bermanfaat. Dalam sebuah riwayat disebutkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

“Rasulullah membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan berbicara setelahnya.” (Riwayat Al-Bukhari)

Tips Biar Nggak Kebablasan Sampai Matahari Terbit

Kemudian agar lebih mudah lagi bangun Subuh, perhatikan adab-adab tidur di antaranya :

1. Tidur dalam keadaan berwudhu.


Rasulullah bersabda,

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu’ terlebih dahulu sebagaimana wudhu’mu untuk melakukan shalat.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

2. Memulai tidur menghadap kanan dengan rusuk kanan sebagai tumpuan


Rasulullah bersabda,

اِضْطَجِعْ عَلَى شَقِّكَ اْلأَيْمَنِ

“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

3. Baca Dzikir


Membaca dzikir-dzikir yang diperintahkan dibaca ketika hendak tidur seperti, Ayat Kursi, dua ayat terakhir surat al Baqarah, membaca Al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas.

4. Berdoa


diusahakan Membaca doa hendak tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.

Demikian beberapa kiat agar mudah bangun subuh. Semoga Bermanfaat