Seorang Muslim Tidak Sadar Jika Terkena 2 Penyakit Berbahaya Ini, Kenali Ciri-cirinya
Cari Berita

Advertisement

Seorang Muslim Tidak Sadar Jika Terkena 2 Penyakit Berbahaya Ini, Kenali Ciri-cirinya

M Yazidinniam
1/24/19

Sepertinya sudah menjadi fenomena saat ini jika banyak kita temukan seseorang begitu sibuk mengumpulkan harta dan mencintai kenikmatan dunia.    Fenomena semacam ini adalah penyakit berbahaya bagi umat islam, begitu mencintai dunia dan takut dengan akhirat "mati".

Seorang Muslim Tidak Sadar Jika Terkena 2 Penyakit Berbaha Ini, Kenali Ciri-cirinya


Sepertinya sudah menjadi fenomena saat ini jika banyak kita temukan seseorang begitu sibuk mengumpulkan harta dan mencintai kenikmatan dunia.

Fenomena semacam ini adalah penyakit berbahaya bagi umat islam, begitu mencintai dunia dan takut dengan akhirat "mati".

Semoga saja kita tidak terjangkit penyakit cinta dunia dan takut akhirat ini yah, amin.

Rasulullah bersabda "Suatu saat nanti berbagai bangsa akan menghampiri sekalian kaum muslimin seperti makanan yang menghampiri mangkoknya, para sahabat bertanya "Apakah saat itu kita kaum muslimin termasuk orang-orng yang sedikit jumlahnya wahai Rasulullah? Beliau menjawab, "Pada saat itu kamu sekalian banyak jumlahnya.

Namun kalian adalah laksana buih air yang mengalir, Niscaya Allah akan mengenyahkan rasa takut kepadamu dari hati musuhmu, dan menyusupkan al-Wahn kedalam hatimu." Lantas para sahabat bertaya kembali "Apakah Al-Wahn itu ya Rasulullah?", beliau menjawab, "Cinta Dunia dan Takut Akhirat "mati".

Dua penyakit cinta dunia dan takut akhirat ini memiliki ciri-ciri yang jelas terlihat dari diri seseorang, apakah ciri-ciri tersebut?

Gemar Bermalas-malasan dan Lalai dalam Beribadah


Jika shalat di akhir waktu masih sempat kenapa harus repot-repot dan tergopoh-gopoh untuk shalat di awal waktu? Seseorang yang cinta dunia pasti tidak akan merasa rugi jika melalaikan ibadahnya dan selalu menunda-nundanya.

Mereka akan merasa rugi jika karirnya terhambat oleh aktivitas ibadah, Padahal jelas bahwa Allah senantiasa mengingatkan kita agar tidak lalai mengingatNya:

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Al-Munafiqun 9)

Gemar Menunda-nunda Taubat

Pecinta dunia dan takut mati selanjutnya adalah ketika mereka melakukan dosa akan terlihat santai saja, tidak pernah menyadari jika mati akan selalu menghampiri.

Tidak pernah merasa menyesal akibat perbuatan dosanya, mereka hanya akan merasa jika hidupnya masih panjang dan umur masih belum terlalu tua. Padalah tanpa mereka sadari jika mati tidak harus menunggu sakit dan tidak harus menunggu tua.

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama.“ (HR. Tirmidzi)

Tujuan Utama Hidupnya Hanya Untuk Menikmati Dunia


Visi utama dari pecinta dunia yang ketiga ini adalah hanya untuk menikmati dunia semata, mereka akan merasa tenang hidupnya ketika banyaknya harta, tingginya jabatan, syahwatnya wanita, merasa angkuh dengan kepopularitasannya.

Tidak ada yang lain selain beberapa hal tersebut yang meraka kejar, tidak peduli harus menghalalkan cara untuk meraihnya, bahkan dengan rela menggadaikan Agamanya, Naudzubillah.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S. Al-Hadiid:20)

Mengorbankan Agama Untuk Merain Kenikmatan Dunia


Cinta dunia yang selanjutnya ini saya rasa begitu sangat keji, bagaimana tidak mereka yang mengaku sebagai muslim namun mereka dengan beraninya, membuka aurat, mabuk-mabukan, bermaksiat dengan orang yang bukan muhrimnya.

Hal semacam itu sepertinya tidak menjadi masalah bagi mereka pecinta dunia demi memperlancar karir, agama dan keimanan di gadaikan untuk ditukar dengan kenikmatan semu yang pasti akan dimintai pertanggung jawaban.

Setelah kita mengetahui ciri-ciri dari penderita penyakit Al-Wahn ini, semoga Allah menjauhkankannya. Jika kita mau menelaah kembali, mengapa kita memperebutkan dunia dan begitu memujanya, padahal dunia hanya sebagai tempat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.