Hasil Ngemis 1 Juta Perhari, Pengemis Ini Punya Tabungan 1 Milyar Lebih, Bagaimana Menurut Islam
Cari Berita

Advertisement

Hasil Ngemis 1 Juta Perhari, Pengemis Ini Punya Tabungan 1 Milyar Lebih, Bagaimana Menurut Islam

1/15/19


Pengemis Asal Pati Ini Punya Rumah Senilai Rp. 250 Juta, Tanah Senilai Rp. 275 Juta dan Tabungan Sejumlah Rp. 900 Juta, sehari bisa dapat 1 juta, kalau pas lagi sepi biasa dapat 600 ribu.

Didalam islam masalah pengemis ini disinggung dalam hadits Rasulullah, simak penjelasannya.

Heboh di sosial media seorang pengemis yang tertangkap Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Pati saat menggelar operasi penertiban pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) di Kawasan Simpang Lima Pati.

Regu Kembangjoyo dan Regu Penjawi saat melaksanakan tugasnya bersama Kepada Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Pati, Udhi Harsilo NUgroho.

Dimalam itu Regu Satpol PP menangkan satu orang pengemis bernama Lgiman (52), setelah dilakukan introgasi ternyata dirinya memiliki kekayaan senilai lebih dari Rp. 1 Miliar.

"Setelah kami interogasi, yang bersangkutan mengaku memiliki rumah senilai Rp 250 juta, tanah senilai Rp 275 juta, dan tabungan di bank sejumlah Rp 900 juta," terang Udhi.

Pengemis yang diketahui beralamat di Perumahan Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati ini juga didapati mendapat perolehan yang cukup besar setiap kali mengemis.

"Minggu lalu dia sudah pernah tertangkap. Kami hitung hasil mengemisnya, dapat Rp 1.043.000. Malam ini, kami hitung perolehannya Rp 695 ribu," tambah Udhi seperti yang dikutip dari tribunnews.com.

"Baik yang meminta-minta maupun yang memberi dikenakan denda Rp 1 juta. Jangan dikira pengemis-pengemis itu orang yang tidak berpunya," jelasnya.

Hukum Mengemis Dalam Islam dan Penjelasan Larangan Meminta-minta


Islam tidak mensyari’atkan meminta-minta dengan berbohong dan menipu. Alasannya bukan hanya karena melanggar dosa, tetapi juga karena perbuatan tersebut dianggap mencemari perbuatan baik dan merampas hak orang-orang miskin yang memang membutuhkan bantuan. 

Bahkan hal itu merusak citra baik orang-orang miskin yang tidak mau minta-minta dan orang-orang yang mencintai kebajikan. Karena mereka dimasukkan dalam golongan orang-orang yang meminta bantuan. 

Padahal sebenarnya mereka tidak berhak menerimanya, terlebih kalau sampai kedok mereka terungkap.

Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا زَالَ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِيْ وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ.

“Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya”

Bahaya Orang yang Sering Meminta-Minta

Orang yang sering meminta kepada orang lain bukan hanya akan membahayakan dirinya sendiri, akan tetapi juga orang lain, bahkan kerugian mereka di akhirat.
  • Menyakiti diri sendiri dan orang lain
Merasa kecewa bila diberi sedikit, bahkan marah apabila permintaannya ditolak. Terkadang para pengamen dan pengemis mengganggu orang yang sedang makan, berjalan, ataupun orang yang sedang berkendaraan. 
  • Menjadi miskin jiwa dan harta
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah seorang hamba membuka pintu untuk meminta-minta melainkan Allah membukakan baginya pintu kefakiran.” (HR. Ahmad 4/207 di Shohihkan oleh Syaikh Al-albani dalam Shohih Targhib wa Tarhib: 1/99)
Sehingga dia menjadi orang yang selalu merasa butuh dan butuh.
  • Memasukkan diri sendiri ke dalam api nerak
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa meminta harta benda kepada orang lain dengan tujuan memperbanyak (kekayaan), maka sebenarnya dia meminta bara api, oleh karena itu terserah kepadanya mau memperoleh sedikit atau memperoleh banyaknya.” (HR. Muslim: 1041)
Naudzubillah Min Dzalik.